<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291</id><updated>2011-07-08T07:32:05.532-07:00</updated><title type='text'>AlurKefasihan</title><subtitle type='html'>Ini adalah situs berisi cerita - cerita hikmah islami mengenai apa saja. Semoga bermanfaat untuk semua orang.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-5934963076927601245</id><published>2009-11-23T06:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T06:42:06.793-08:00</updated><title type='text'>Khotbah Tanpa Huruf Alif</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Abi Saleh bahwa duduk sekelompok dari sahabat Rasulullah saw.  Mereka saling berbincang hingga mereka teringat akan huruf hujaiyah.  Mereka sepakat bahwa huruf “alif” adalah huruf  yang paling banyak terpakai dalam setiap perkataan.  Oleh karena itu, berdirilah Ali bin Abi Thalib Amirul Mu'minin ra dan memulai bicara (tanpa persiapan).  Kotbah ini tidak memakai huruf alif.  Kotbah tersebut terdiri atas 700 kata, 2745 huruf, selain yang dibaca olehnya dari ayat Al-Qur'anul Karim setelah kotbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Tentang Allah}&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah Maha Mengetahui dan kepada-Nya tempat kembali dan berlindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memuji dan mengagungkan kepada yang melimpah pemberian-Nya, yang meliputi nikmat-nikmat-Nya, yang kemurkaan-Nya diiringi dengan rahmat-Nya, berkesudahan kalimat-Nya, terlaksana kehendak-Nya, dan yang tercapai segala urusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memuji-Nya, pujian seseorang yang mengakui keesaan-Nya, yang mengharapkan ampunan dari Tuhannya yang akan menyelamatkan dirinya pada hari dimana manusia disibukkan oleh sanak saudara dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memohon pertolongan-Nya, meminta petunjuk-Nya, bersaksi atas-Nya.  Kami beriman kepada-Nya dan pasrah atas-Nya, bersaksi bagi-Nya dengan persaksian yang tulus dan meyakinkan, serta kokoh tiada taranya.  Kami mengesakan-Nya dengan keesaan seorang hamba yang tunduk, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya dan tidak ada teman penolong bagi-Nya dalam penciptaan-Nya.  Dia tidak membutuhkan seorang menteri dan konsultan, tidak pula pertolongan dari seorang penolong dan pemikir.  Bilamana dia mengetahui (kesalahan hamba-Nya) dia menutupi; bilamana Dia melihat, Dia mengganti, bilamana memiliki, Dia memaksa, bilamana didurhakai (oleh hamba-Nya), Dia mengampuni, bilamana Dia menghakimi Dia berbuat sangat adil.  Tidak akan musnah dan tidak pernah akan dimusnahkan, tidak ada seorangpun yang menyerupai-Nya, Dia ada sebelum segala sesuatu, dan Dia ada setelah segala sesuatu.  Tuhan yang tunggal dengan kemuliaan-Nya, tidak akan sampai mata untuk mengetahui-Nya, dan tidak akan bisa penglihatan seseorang hamba untuk menjangkau-Nya.  Maha kuat lagi Pencegah, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, tidak ada seorang hamba-pun yang mampu untuk menggambarkan-Nya, sampai kepada-Nya dari nikmat-nikmat-Nya bagi hamba yang mengetahui-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dekat, tetapi jauh; jauh, tetapi dekat; penjawab seruan hamba yang menyeru-Nya, memberi rezeki dan hadiah bagi hamba-Nya, Yang Mahalembut lagi tersembunyi, Penyiksa yang kejam, luas nikmat-Nya, menyakitkan balasan-Nya.  Rahmat-Nya adalah surga yang terbentang lebar meyakinkan keberadan-Nya, adapun balasan-Nya adalah neraka terpampang luas yang dapat dipercaya adanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;{Tentang Nabi Saw}&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya bersaksi atas pengutusan Muhammad saw sebagai hamba-Nya dan utusan-Nya, sahabat karib-Nya, dan kekasih-Nya, pertalian yang memberi-Nya kehormatan, kedekatan yang memuliakannya, kedekatan yang menjadikan diri-Nya rendah dihadapan-Nya.  Muhammad Saw diutus pada sebaik-baik masa, ketika kekafiran merajalela, rahmat  bagi hamba-hamba-Nya, sebagai pemberian atas karunia-Nya, sebagai penutup para Nabi-Nya.  Dan, menjelaskan dalih-dalih kepada hamba-hamba-Nya, memberi pelajaran dan nasihat, menyampaikan tugasnya dari Allah dan bekerja keras, mengasihani dengan segala keyakinan belas kasihan, perela, penolong, suci (dari dosa), baginya rahmat dan salam, berkah dan kemuliaan, dari Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang Mahadekat menjawab hamba-hamba-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Menggunakan kesempatan hidup yang ada sebaik-baiknya}&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya penasihat kamu sekalian yang datang kepadaku dengan wasiat Tuhanmu dan mengingatkanmu dengan jalan Nabimu.  Maka dari itu, hendaklah ketakutan yang menempati hati-hatimu dan rasa takut yang mengalirkan air matamu dan menyelamatkanmu, sebelum datang hari yang menghilangkan ingatanmu dan membingungkanmu, hari (dimana orang) yang berat timbangan kebaikannya dan ringan timbangan kejahatannya  sebagai pemenang.  Hendaklah permohonanmu (kepada Allah) adalah permintaan kerendahan dan ketundukan, kesyukuran dan kekhusyuan, tobat dan pencabutan (terhadap perbuatan keji), penyesalan dan kembali (ke jalan yang lurus).  Hendaklah untuk menggunakan kesempatan bagi semua orang yang hidup diantaramu, sehatnya sebelum datang sakitnya, masa mudanya sebelum datang masa tuanya, lanjut usianya dan datang sakitnya, masa lapangnya dan senggang sebelum datang masa sibuknya, masa kayanya sebelum datang masa melaratnya, dan masa hadirnya sebelum datang masa perginya, masa tuanya, lanjut usianya, sakit dan merananya, yang akan membosankan dokternya dan menjadikan berpaling kekasihnya, membuat terputus kehidupannya dan membuat berubah akalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebelum perkataan mereka bahwa dia mulia, dimana tubuhnya termakan usia dan sebelum keberadaannya dalam pencabutan yang amat pedih, kedatangan semua kerabat dekat dan jauh, sebelum tertutup penglihatannya, terpejam pemandangannya, keluar keringat dahinya, yang akan merenggut akarnya (nyawa), diam janinnya, pembicaraan dirinya, lubang kuburannya, tangisan istrinya, menjadi yatim karenanya anak-anaknya, berpisah darinya musuh dan teman-temannya, dan dibagi-bagi apa yang dikumpulkannya, hilang penglihatan dan pendengarannya, ditemukan (dengan kematian) dan dibentangkan, dihadapkan dan dilepaskan (pakaian dunia), ditelanjangi dan dimandikan, dikeringkan dan dibentangkan, dilapangkan dan dipersiapkan kafannya, ditalinya dagunya, diletakkan (tangannya diatas tangannya) diantarkan dan diberi salam terakhir untuknya, dibawa ke atas pembaringannya dan dishalati, dipindahkan dari rumahnya yang indah, istana yang megah, kamarnya yang tertata rapi dan diletakkan dalam liang kubur, tanah sempit yang tertutup oleh susunan batu merah dan dikelilingi batu-batu keras, di atasnya ditaburi tanah yang gembur dan dijejali dengan lumpur yang menekan dadanya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada lagi kedudukannya dan jabatannya, penolongnya, sahabat karibnya, dan semua yang dia cintai dan kerabatnya pergi meninggalkannya – sekarang dia sebagai pengisi dari liang kubur, menjadi makhluk yang menakutkan dan tanah tandus, dimana ulat kuburan mengerumuni badannya , di atas dadanya nanah mengalir yang melumatkan dagingnya, mengeringkan darahnya meremukkan tulang-tulangnya, hingga hari dikumpulkan dan dibangkitkannya.  Pada hari itu, dia dibangkitkan dari kuburnya, ditiupkan roh pada jiwanya lalu diseru  untuk berkumpul dan bangkit.  Maka akan terbuka semua dalam kubur itu kemuliannya, terungkap rahasia-rahasia yang tersimpan dalam dadanya, didatangkan semua bukti yang benar dan dapat melihat dan berbicara.  Sedangkan, Allah Yang Mahakuasa tidak menjelaskan kepada hamba-Nya, padahal Dialah yang Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berapa banyak dengusan napas panjang yang melelahkannya, penyesalan yang tak berguna dalam keadan yang menakutkan, di hadapan zat yang Mahaagung, Mahamulia, Yang Mahatahu atas segala hal yang kecil dan yang besar.  Ketika itu seluruh yang dikerjakannya di dunia dikumpulkan (untuk dihitung amal perbuatannya), dimana ratapannya tidak dikasihani lagi, teriakannya tidak didengar, segala dalih alasannya tidak diterima karena buku catatan amalnya telah dibentangkan di hadapannya, yang menjelaskan segala dosa dosanya.  Saat itu, dia dapat melihat perbuatan jahatnya di dunia, matanya bersaksi denganpenglihatannya, tangannya dengan tindakannya, kakinya dengan langkahnya, kemaluannya dengan sentuhannya, kulitnya dengan perabaannya.  Dan bersaksi pula malaikat Mungkar dan Nakir, yang akan terungkap baginya kemana dia mau menuju (surga atau neraka) dan dibelengu tangannya oleh malaikat (yang akan menggiringnya ke neraka).  Digiring dan ditarik seorang diri hinga menemui neraka jahanam dengan kesusahan dan kepedihan, dan masih disiksa dalam neraka jahim.  Diberi minum dari air yang panas mendidih, dipanggang mukanya, dikelupasi kulitnya, dipukul lehernya dengan alat pemukul yang terbuat dari besi, lalu kembali kulitnya setelah matang (terpanggang) dengan kulit baru. Dia meminta pertolongan, tetapi malah dihamparkannya perbendaharaan neraka jahannam, dan dia berteriak, tetapi tidak menghasilkan penyesalan dan tak berguna penyesalan baginya saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami berlindung kepada Tuhan Yang Mahakuasa dari segala kejahatan dan bahaya, dan memohon maaf dan ampunan dari dia yang rela untuk memberi ampunan karena Dia adalah pengabul permohonanku dan pemberi permintaanku.  Barang siapa yang dijauhkan dari siksa Tuhannya, dia akan ditempatkan dalam surga dekat-Nya, kekal dalam istana yang megah, diberi bidadari cantik yang dijanjikan-Nya, dikelilingi dengan gelas-gelas, dan berdiam di lingkungan surga Firdaus, dan berbalik ke surga Na'im, dan diberi minum dengan air tasnim, dan minuman dari mata air salsabila yang telah dicampuri dengan jahe-jahe surga, disemproti dengan minyak wangi kasturi, yang kekal (bau harumnya) untuk dimiliki, yangmendatangkan pemakainya kebahagiaan, diberi minum dari arak di dalam kebun surga yang melimpah, bukan hanya sementara, tapi kekal selamanya.  Itu adalah rumah bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan yang waspada akan dosa dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perkataannya adalah perkataan yang tidak bisa diganggu gugat, hukumannya adalah hukuman yang adil, sebagai kisah dari kisah-kisah yang riil, pelajaran dan nasihat, dengan perolehan dari Yang Mahabijaksana dan Maha Terpuji, yang diturunkan melalui roh suci (malaikat) yang kuat dan berpegang teguh, sebagai penerang dari Tuhan Yang Maha Mulia, kepada Nabi sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh orang-orang yang beriman, dan tuan pembawa kitab suci.  Dengan demikian, mereka dapat kemuliaan yang bersih dari noda dosa.  Aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, Kuasa lagi Penyayang darikejahatan permusuhan yang jelas-jelas, laknat dan kutukan.  Maka dari itu, hendaklah untuk merendahkan diri kepada Allah dari setiap hamba di antara kalian, dan berdoa setiap orang di antaramu, dan memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa-dosaku dan dosa-dosamu.  (selesailah kotbahnya) dan Allahlah yang Maha Tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Kemudian beliau membaca firman Allah Swt}&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi.  Dan, kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Al-Qashash : 83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kumpulan Khotbah Ali bin Abi Thalib, Sayyid Ahmad Asy-Syulami, Gema Insani Press&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-5934963076927601245?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/5934963076927601245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=5934963076927601245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/5934963076927601245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/5934963076927601245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2009/11/khotbah-tanpa-huruf-alif.html' title='Khotbah Tanpa Huruf Alif'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-115587284299534586</id><published>2006-08-17T20:45:00.000-07:00</published><updated>2006-08-17T20:47:22.996-07:00</updated><title type='text'>Dimana Allah?</title><content type='html'>Seseorang bertanya kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib :&lt;br /&gt;"Dimana Tuhan?"&lt;br /&gt;Ali menjawab,&lt;br /&gt;"Pertanyaan dimana Tuhan adalah pertanyaan yang salah, karena Tuhanlah yang menciptakan tempat. Begitu juga menanyakan bagaimana Tuhan itu, seperti apa sifat Tuhan, karena Tuhan yang menciptakan semua sifat. Lebih lanjut, juga tidak mungkin menanyakan Tuhan itu apa (definisi hakikat Tuhan), karena Tuhan yang menciptakan intisari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasuci Tuhan yang memiliki keagungan dalam cahaya terang-Nya, orang bijak tidak mampu memahaminya, dengan mengingat keabadian-Nya semua pemikiran berhenti di tempatnya, dan di langit kemuliaan-Nya yang luas membuat akal tersesat jalannya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-115587284299534586?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/115587284299534586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=115587284299534586' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/115587284299534586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/115587284299534586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2006/08/dimana-allah.html' title='Dimana Allah?'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-115587228667632669</id><published>2006-08-17T20:36:00.000-07:00</published><updated>2006-08-17T20:38:06.676-07:00</updated><title type='text'>Tidak Pernah Gagal</title><content type='html'>Imam Ja'far ash Shadiq ketika menjawab pertanyaan Mufadhdhal, mengatakan :&lt;br /&gt;"Saya bersumpah dengan jiwa saya sendiri bahwa Tuhan tidak gagal dikenal oleh orang-orang bodoh, karena mereka melihat bukti - bukti yang nyata dan tanda - tanda yang jelas tentang Pencipta dalam ciptaan-Nya serta menyaksikan fenomena-fenomena yang menakjubkan dalam kerajaan langit dan bumi yang menunjukkan kepada pencipta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang bodoh adalah orang-orang yang selalu membuka pintu gerbang dosa di hadapan mereka dan mengikuti jalan memperturutkan keinginan dan hawa nafsu. Keinginan - keinginan jiwa mereka mendominasi hatinya, dan karena itulah terjadi penindasan terhadap diri mereka sendiri, maka setan menguasai mereka. Tuhan selalu menutup hati orang-orang yang melakukan pelanggaran."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-115587228667632669?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/115587228667632669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=115587228667632669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/115587228667632669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/115587228667632669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2006/08/tidak-pernah-gagal.html' title='Tidak Pernah Gagal'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-115587214997533669</id><published>2006-08-17T20:30:00.000-07:00</published><updated>2006-08-17T20:35:49.990-07:00</updated><title type='text'>Doa Imam Husain</title><content type='html'>Bagaimana mungkin membuktikan (menalarkan) wujud-Mu dengan sesuatu yang sudah tergantung padamu semenjak awal penciptaannya? Mengapa Engkau tidak memiliki wujud yang Engkau miliki, sehingga membuat Engkau nyata? Kapan Engkau sembunyi dari mata bathin sehingga Engkau perlu bukti sebagai petunjuk bagi-Mu. Kapan Engkau berada di tempat yang jauh dari kami sehingga jejak dan tanda-tanda-Mu 'menarik' kami mendekat kepada-Mu? Mata yang tidak melihat-Mu selalu mengawasi dan melindungi adalah mata yang buta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan, Engkau yang menampakkan wujud-Mu kepada kami dengan cahaya-Mu, bagaimana Engkau bisa sembunyi ketika Engkau tampak dan nyata? Bagaimana mungkin Engkau tiada padahal, Engkau dengan wujud-Mu selalu mengawasi para pelayan-Mu, para pengabdi-Mu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-115587214997533669?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/115587214997533669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=115587214997533669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/115587214997533669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/115587214997533669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2006/08/doa-imam-husain.html' title='Doa Imam Husain'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-111863238834998611</id><published>2005-06-12T20:11:00.000-07:00</published><updated>2005-06-12T20:13:08.353-07:00</updated><title type='text'>Berdebat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seseorang berkata kepada Imam Husain bin Ali ra, "Duduklah hingga kita berdebat tentang agama." Beliau berkata, "Kemari, aku ini lebih mengetahui tentang agamaku, petunjukku tersingkap bagiku. Jika kamu tidak mengetahui tentang agamamu, maka pergilah dan tuntutlah ilmu agama. Apa manfaat bagiku dengan perdebatan ini, karena sesungguhnya setan menggoda dan membisikkan sesuatu pada seseorang sambil berkata,'Berdebatlah dengan orang-orang tentang agama, supaya mereka tidak mendugamu sebagai orang yang lemah dan bodoh.' Perdebatan itu tidak lebih dari empat macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama, kamu dan temanmu berdebat tentang apa yang kalian berdua mengetahuinya. Dalam hal ini kalian telah meninggalkan nasihat dan mencari kesalahan serta menghilangkan ilmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kalian berdebat tentang apa yang kalian berdua tidak mengetahuinya, maka kalian telah menampakkan kebodohan dan berselisih tentang sesuatu yang tidak kalian ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kalian berdebat sedangkan kamu mengetahui hal yang diperdebatkan dan kawanmu tidak, maka kamu telah menzalimi temanmu dengan mencari kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kalian berdebat sedangkan temanmu mengetahui hal yang diperdebatkan dan kamu tidak, maka kamu tidak menghormatinya meskipun kedudukannya tidak jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua adalah hal yang sia-sia. Barangsiapa yang bersikap adil dan menerima kebenaran serta meninggalkan perdebatan, maka dia telah meneguhkan keimanannya dan memperbaiki persahabatan agamanya serta menjaga akalnya."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Mukhtasar Shahifah Husainiyah, Muthahhari Press.&lt;br /&gt;Sumber asli : Tuhaf al-'Uqul 'an ali al-Rasul Kalimat al-mam al-Husain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-111863238834998611?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/111863238834998611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=111863238834998611' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/111863238834998611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/111863238834998611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2005/06/berdebat.html' title='Berdebat'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-111654714407124039</id><published>2005-05-19T16:56:00.000-07:00</published><updated>2006-02-24T02:41:58.486-08:00</updated><title type='text'>Sahabat sejati</title><content type='html'>Qays bin Asim bercerita :&lt;br /&gt;"Pernah saya pergi bersama sekelompok sahabat ke Madinah. Kami menghadap Rasulullah S.A.W -- semoga  kedamaian dan karunia dilimpahkan kepada beliau dan keluarganya -- dan saya meminta kepadanya untuk memberikan nasihat kepada kami. Saya berkata,&lt;br /&gt;'Karena kami adalah penduduk gurun pasir dan hanya sekali-sekali datang ke kota, kami ingin memanfaatkan kesempatan dan keuntungan ini dari kata-kata Anda yang fasih.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W menjawab,'Kebanggaan akan diikuti oleh kehinaan, kehidupan akan diikuti dengan kematian, dunia ini akan diikuti oleh akhirat. Segala sesuatu yang eksis pasti akan tunduk pada sebuah penghitungan, dan ada yang mengawasi segala&lt;br /&gt;benda. Ada pahala bagi setiap perbuatan yang baik dan hukuman bagi setiap perbuatan jahat. Ada suatu periode tertentu bagi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Qays, kamu memiliki seorang teman dan sahabat yang pada suatu hari akan dikubur bersamamu. Bila kamu dikuburkan, dia akan tetap hidup meskipun kamu telah mati. Jika sahabatmu itu terhormat, maka dia akan menghormatimu, dan jika dia rendah dan&lt;br /&gt;hina, dia akan menyiksa dan menimbulkan masalah kepadamu.  Dia akan dibangkitkan kembali bersama denganmu, dan kamu akan dibangkitkan kembali bersama dengannya. Tidak ada pertanyaan yang akan ditanyakan kepadamu, semua pertanyaan akan ditujukan kepadanya. Maka pilihlah sahabat yang berharga dan baik, karena jika sahabatmu baik maka dia akan menyenangkanmu, tetapi bila dia jahat, kamu akan berharap untuk meninggalkannya dalam ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat dan teman abadi itu  tidak lain daripada perbuatan-perbuatanmu.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;('Iqab al-Amal)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-111654714407124039?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/111654714407124039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=111654714407124039' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/111654714407124039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/111654714407124039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2005/05/sahabat-sejati.html' title='Sahabat sejati'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-110035707945952952</id><published>2004-11-13T06:42:00.000-08:00</published><updated>2004-11-13T06:44:39.460-08:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (18) (Akhlak yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali merasa bangga akan dirimu sendiri atau merasa yakin akan apa saja yang kau banggakan  tentang dirimu. Jangan menjadikan dirimu sebagai penggemar puji-pujian yang berlebihan. Yang demikian itu merupakan kesempatan terbaik bagi setan untuk menghancur-luluhkan hasil kebajikan orang-orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengungkit-ungkit kebaikan yang kaulakukan untuk rakyatmu atau membesar-besarkan jasa yang pernah kau perbuat, atau menjanjikan  sesuatu kepada mereka lalu kau tidak memenuhinya. Perbuatan mengungkit-ungkit suatu kebajikan, memusnahkan pahalanya. Membesar-besarkan kebaikan diri, menghilangkan sinar kebenarannya. Dan menyalahi janji, menghasilkan kebencian di sisi Allah dan di sisi manusia. Allah berfirman: Sungguh besar kemurkaan Allah dalam hal kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan. (QS 61:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tergesa-gesa mengerjakan sesuatu sebelum waktunya, atau melalaikan di saat kau mampu melakukannya. Jangan pula memaksakan diri ketika masih diliputi keraguan, atau kehilangan semangat bila telah jelas kebaikannya. Letakkanlah segala sesuatu pada tempatnya yang selayaknya dan kerjakanlah segala sesuatu pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengkhususkan dirimu dengan sesuatu yang menjadi hak bersama orang banyak. Jangan berpura-pura tidak mengetahui sesuatu  yang sudah jelas bagi setiap penglihatan. Hal itu pasti akan diambil kembali darimu untuk mereka yang lebih berhak. Dan sebentar lagi akan tersingkap penutup segala yang bersangkutan denganmu, dan setiap orang yang kau langgar haknya pasti akan direnggutkan kembali haknya darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendalikan luapan amarahmu, kekerasan tindakanmu, kekejaman tanganmu dan ketajaman lidahmu. Jagalah keselamatan dirimu dengan menahan gejolak emosimu dan menangguhkan hukumanmu sampai saat redanya kembali amarahmu. Sehingga dengan begitu kau mampu memilih yang paling bijaksana. Bahkan tidak memutuskan sesuatu kecuali setelah cukup menyibukkan hatimu dengan mengingat saat kau dikembalikan kepada Tuhanmu kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kewajibanmu untuk mengingat kebaikan yang telah dilakukan orang-orang pendahulumu. Baik yang berupa pemerintahan yang adil atau tradisi yang mulia. Demikian pula berita tentang Nabi kita saw, atau ketetapan dalam Kitab Allah SWT. Contohkanlah semua itu sebagaimana telah kau saksikan kami melakukannya. Curahkanlah segala daya upayamu dalam mengikuti segala yang kupesankan kepadamu dalam suratku ini dan kuikatkan erat-erat pada dirimu. Agar kau tidak mudah dijerumuskan oleh dirimu sendiri  bila ia bergegas mengikuti hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon kepada Allah SWT; dengan rahmat-Nya yang amat luas dan kuasa-Nya yang Mahabesar yang mampu memenuhi segala permohonan, agar Ia melimpahkan taufik-Nya kepada diriku dan dirimu guna mencapai ridha-Nya dengan seadil-adil-Nya, untuk-Nya dan untuk makhluk-Nya. Juga demi kepuasan seluruh rakyat, kesejahteraan di seluruh penjuru negeri, kesempurnaan nikmatdan berlipat gandanya kemuliaan. Dan agar Ia mengakhiri hidupku dan hidupmu dengan syahadah. Sungguh kepada-Nya   kita semua akan kembali. Salam untuk Rasulullah saw dan keluarganya yang baik-baik dan tersucikan, sebagaimana ia untuk dirimu juga.&lt;br /&gt;(Tamat)&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-110035707945952952?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/110035707945952952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=110035707945952952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/110035707945952952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/110035707945952952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/11/etika-pemerintahan-18-akhlak-yang.html' title='Etika Pemerintahan (18) (Akhlak yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-110035687993884603</id><published>2004-11-13T06:37:00.000-08:00</published><updated>2004-11-13T06:41:19.936-08:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan 17 (Larangan Menumpahkan Darah Tanpa Alasan yang Dibenarkan)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Awas! Jauhkanlah dirimu dari perbuatan menumpahkan darah siapa pun tanpa alasan yang menghalalkan. Tiada suatu yang lebih dekat kepada pembalasan, lebih berat bebannya dan lebih cepat menghilangkan nikmat serta menghentikan masa kekuasaan, daripada penumpahan darah tanpa sebab  yagn dibenarkan. Ketahuilah bahwa pada Hari Kiamat, Allah SWT akan menjadikan persoalan penumpahan darah di antara hamba-hamba-Nya sebagai sesuatu yang pertama kali  akan diadili-Nya. Maka jangan sekali-kali berusaha memperkukuh kekuasaanmu  dengan menumpahkan darah yang diharamkan Allah. Perbuatan seperti itu justru akan melemahkan kekuasaanmu dan merapuhkannya, bahkan menghilangkannya darimu sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada maaf sedikit pun dari Allah ataupun dari aku bila kaulakukan pembunuhan dengan disengaja, sebab atasnya berlaku hukum badan. Tapi bila kau hadapkan pada suatu pelanggaran, kemudian kau menyebabkan kematian si terhukum secara tidak sengaja, akibat cambuk, pedang ataupun tanganmu, maka cepat-cepatlah mencari kerelaan keluarganya dengan menunaikan segala yang menjadi hak mereka dengan sempurna.  Jangan sekali-kali engkau sampai terhalang melakukannya dengan keangkuhan kekuasaanmu.&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-110035687993884603?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/110035687993884603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=110035687993884603' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/110035687993884603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/110035687993884603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/11/etika-pemerintahan-17-larangan.html' title='Etika Pemerintahan 17 (Larangan Menumpahkan Darah Tanpa Alasan yang Dibenarkan)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-110005012986593729</id><published>2004-11-09T17:25:00.000-08:00</published><updated>2004-11-09T17:28:49.866-08:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (16) (Perlakuan terhadap Musuh)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jangan menolak seruan perdamaian yang datang dari musuhmu, selama hal itu diridhai Allah. Sesungguhnya perdamaian akan memberikan istirahat bagi tentaramu, mengurangi keresahan hatimu dan mendatangkn keamanan negerimu. Tetapi tetap waspadalah terhadap musuh-musuhmu  setelah engkau berdamai dengan mereka, sebab ada kalanya mereka itu mendekatimu semata-mata demi mencari kelengahanmu. Bersikaplah lugas, tegas dan berhati-hati dalam berbaik sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila kau telah mengikat perjanjian dengan musuhmu atau mengikrarkan sesuatu baginya atas dirimu, lingkungilah janjimu itu dengan ketulusan dan peliharalah ikrarmu dengan amanat. Jadikanlah dirimu sendiri sebagai jaminan atas janji yang kau berikan. Sebab tidak ada sesuatu yang difardhukan Allah dan lebih patut dipegang teguh oleh manusia – betapapun beraneka ragam aliran yang mereka percayai dan berbedanya kecenderungan hati yang mereka miliki – lebih dari pada memenuhi janji amanat. &lt;em&gt;Bahkan kaum musyrik pun yang kedudukan mereka di bawah kaum muslim, telah mempertahankan sikap seperti itu  karena mereka benar-benar mengerti betapa buruknya akibat pengingkaran janji.&lt;/em&gt; Maka jangan sekali-kali melanggar ikrarmu, jangan mengingkari janjimu dan jangan mengkhianati musuhmu. Sebab, tidak ada yang berani melawan ketentuan Alah kecuali seorang jahil durjana. Sedangkan Allah telah menjadikan janji-Nya sebagai penyebab rasa aman, yang ditebarkan-Nya di antara hamba-hamba-Nya dengan rahmat-Nya, dan sebagai tempat suci yang dengan kekuatannya mereka berlindung dan berkumpul. Oleh sebab itu, jangan melakukan pengrusakan, pengkhianatan atau penipuan. Jangan membuat perjanjian dengan menggunakan ungkapan yang samar-samar yang dapat dialihkan dari maksud yang sebenarnya. Dan jangan sekali-kali mengambil keuntungan dari lemahnya susunan kalimat di dalamnya untuk mengelak dari kewajibanmu, padahal kau telah menguatkan janjimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekiranya kau berada dalam kesempitan karena terikat oleh perjanjian itu, jangan sekali-kali berusaha melepaskan diri dengan sesuatu selain yang haqq. Kesabaranmu menanggung kesempitan  sambil mengharap datangnya kelapangan serta akibat baiknya, adalah lebih baik daripada pengkhianatan yang kaucemaskan bebannya. Sebab pengkhianatan akan mendatangkan tuntutan Allah yang melingkungimu, sehingga tidak ada lagi ruang untuk memohon ampunan-Nya, di dunia dan di akhirat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-110005012986593729?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/110005012986593729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=110005012986593729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/110005012986593729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/110005012986593729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/11/etika-pemerintahan-16-perlakuan.html' title='Etika Pemerintahan (16) (Perlakuan terhadap Musuh)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-110004992823069091</id><published>2004-11-09T17:22:00.000-08:00</published><updated>2004-11-09T17:31:04.123-08:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (15) (Perlakuan terhadap Staff Pribadi dan Orang-orang Terdekat)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, seorang wali negeri biasanya dikelilingi oleh staf pribadi dan orang-orang terdekat yang di antara mereka terdapat sifat-sifat egoisme, keangkuhan dan ketidak-adilan dalam perlakuan terhadap rakyat. Cegahlah itu semua dengan “memotong” kekuasaan orang-orang itu demi mencegah timbulnya perlakuan seperti itu dari mereka. Jangan menguasakan sepotong tanah pun kepada mereka atau kepada kerabatmu. Jangan memberi mereka kesempatan memiliki tanah yang akan menyebabkan timbulnya kesulitan bagi para pemilik tanah di sebelahnya, baik dalam hal pengairan atau fasilitas lainnya, yang mereka lakukan secara bersama dengan orang-orang lain. Hal seperti itu, hasil kenikmatannya akan dirasakan oleh orang-orangmu, sedangkan aibnya akan kautanggung sendiri di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhkanlah putusanmu dengan benar atas siapa saja yang memang patut menerimanya, baik ia seorang yang dekat denganmu atau yang jauh. Bersabarlah dan ikhlaskanlah yang demikian itu, apa pun reaksi “orang-orang dekat” dan para kerabatmu. Utamakanlah akibat baik yang akan kau peroleh di masa mendatang, sebab hal itu pasti menghasilkan kebaikan berlimpah untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila sekali waktu rakyat mengira engkau telah berbuat sesuatu kezaliman, tampillah di hadapan mereka untuk mengemukakan alasanmu. Hilangkanlah segala purbasangka mereka terhadap dirimu dengan penjelasanmu itu. Tindakan seperti itu akan membiasakan dirimu berpegang pada keadilan dan menunjukkan kasih syangmu terhadap rakyatmu serta kesungguhan hatimu dalam meluruskan mereka di atas jalan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-110004992823069091?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/110004992823069091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=110004992823069091' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/110004992823069091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/110004992823069091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/11/etika-pemerintahan-15-perlakuan.html' title='Etika Pemerintahan (15) (Perlakuan terhadap Staff Pribadi dan Orang-orang Terdekat)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109901995110290931</id><published>2004-10-28T20:11:00.000-07:00</published><updated>2004-10-28T20:19:11.103-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (14) (Jangan Menutup Diri terhadap Rakyat Banyak) </title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berlama-lama menutup diri dari rakyatmu. Sikap seperti itu akan menyebabkan rasa kesal di hatimu dan menghilangkan kesempatan untuk memahami persoalan-persoalan yang kauhadapi. &lt;em&gt;Demikian pula rakyat tidak akan memahami secara benar apa yang tertutup bagi mereka; lalu yang besar dianggap kecil sementara yang kecil menjadi besar. Yang baik pun dianggap buruk sementara yang buruk  menjadi baik dalam pandangan mereka. Maka bercampur aduklah yang haqq dan yang bathil karenanya.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya seorang pemimpin adalah manusia biasa yang tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan orang di belakangnya. Sedangkan kebenaran tidak memiliki tanda-tanda yang dapat membedakan dengan jelas antara berbagai macam ketulusan dan kepalsuan. Sedangkan engkau adalah satu di antara dua : seorang dermawan yang selalu bermurah hati dalam kebenaran, maka tidak ada alasan darimu untuk menutup diri dari suatu kewajiban yang ingin kau laksanakan atau perbuatan mulia yang ingin kau lakukan. Atau engkau seorang penderita penyakit bakhil yang segera akan membuat orang banyak enggan meminta sesuatu darimu karena keputusasaan mereka untuk mendapatkannya. Meskipun – pada kenyataannya – kebanyakan keperluan manusia terhadapmu tidak akan terlalu memberatimu, baik yang berupa pengaduan tentang ketidakadilan atau permintaan perlakuan dengan kewajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109901995110290931?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109901995110290931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109901995110290931' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109901995110290931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109901995110290931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/10/etika-pemerintahan-14-jangan-menutup.html' title='Etika Pemerintahan (14) (Jangan Menutup Diri terhadap Rakyat Banyak) '/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109901929411752305</id><published>2004-10-28T19:55:00.000-07:00</published><updated>2004-10-28T20:08:14.116-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (13) (Mengikhlaskan Ibadat dan Menyantuni Rakyat) </title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ada beberapa hal yang harus kautangani sendiri. Yaitu seperti menjawab permintaan pejabat-pejabatmu, secara langsung, dalam hal-hal yang tidak dapat dikerjakan oleh para juru tulismu. Juga untuk menyelesaikan, dengan segera, segala kebutuhan rakyatmu yang terhambat oleh kesempitan hati para pembantumu. Kerjakanlah tugas setiap hari pada waktunya, karena setiap hari-baru membawa-serta tugasnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah bagian terbaik dan terbesar dari waktumu untuk Tuhanmu. Bahkan engkau sebenarnya dapat menjadikan seluruhnya untuk Tuhanmu. Yakni selama hatimu terjaga bersih dan rakyatmu terpelihara kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirikanlah sholat-sholat fardhu yang hanya untuk-Nya saja kaukerjakan. Jadikan kegiatanmu itu sebagai pengabdianmu yang paling tulus kepada-Nya. Serahkan kepada-Nya seluruh kegiatanmu sepanjang malam dan siang hari. Lakukan segala upaya pendekatan kepada-Nya secara sempurna tanpa cela dan lalai sedikit pun, betapapun hal itu menyebabkan letihnya tubuhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kau mengimami orang banyak, jagalah agar shalatmu tidak menjemukkan (karena panjangnya) atau merugikan mereka (karena kurang sempurnanya). Ingatlah bahwa di antara mereka ada yang menderita sakit atau dikejar suatu keperluan. Dan aku pernah menanyakan  kepada Rasulullah saw. Ketika beliau mengutusku ke negeri Yaman, bagaimana sebaiknya aku mengimami shalat mereka. Beliau berkata: &lt;em&gt;Sesuaikan sholatmu dengan keadaan orang yang terlemah di antara mereka, dan jadilah penyantun bagi seluruh kaum Mukmin.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109901929411752305?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109901929411752305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109901929411752305' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109901929411752305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109901929411752305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/10/etika-pemerintahan-13-mengikhlaskan.html' title='Etika Pemerintahan (13) (Mengikhlaskan Ibadat dan Menyantuni Rakyat) '/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109789514858788362</id><published>2004-10-15T19:50:00.000-07:00</published><updated>2004-10-15T19:52:28.586-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (12) (Kaum Fakir-Miskin dan Kaum Lemah)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah Allah dan ingatlah Allah selalu dalam perlakuanmu terhadap rakyatmu yang berada di tingkat terbawah. Terutama mereka yang lemah tak berdaya, kaum fakir-miskin dan mereka yang dipaksa oleh kebutuhan, orang-orang sengsara dan penderita cacat. Termasuk dalam kelompok ini, mereka yang meminta-minta dan yang selalu mengharapkan pemberian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah Allah dan ingatlah selalu orang-orang seperti itu yang dititipkan-Nya kepadamu! Berilah mereka bagian dari Bayt Al-Maal serta bagian dari rampasan perang dan hasil tanah di seluruh penjuru negeri. Semua mereka, yang dekat maupun yang jauh, telah ditetapkan untuknya bagiannya dan diperhatikan kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali kau disibukkan oleh kemewahan sehingga melalaikan mereka. Dan jangan beranggapan bahwa kau tidak akan dituntut akibat melalaikan yang remeh semata-mata disebabkan kau telah menyempurnakan pelbagai urusan yang besar lagi penting. Curahkanlah perhatianmu kepada mereka dan jangan sekali-kali kaupalingkan wajahmu dari mereka. Telitilah juga hal-ihwal orang-orang yang tidak dapat mencapaimu disebabkan kehinaan mereka di mata orang banyak. Tugaskanlah beberapa orang kepercayaanmu – yang bersahaja dan tawadhu, - untuk meneliti keadaan orang-orang itu. Kemudian penuhilah kewajibanmu terhadap mereka sehingga kau dapat mempertanggung jawabkannya kelak, pada saat perjumpaanmu dengan Allah SWT. Mereka itu adalah bagian dari rakyatmuyang paling mendambakan kesadaranmu untuk kaupenuhi haknya lebih dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun juga, bebaskanlah dirimu dari tuntutan Allah dengan memberikan kepada setiap orang haknya yang ditetapkan Allah baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan baik-naik semua anak yatim dan orang lanjut usia, serta orang-orang lemah yang tak berdaya sementara hatinya tak mengizinkannya untuk mengemis meminta-minta. Tugas seperti ini adalah sesuatu yang berat bagi para penguasa, namun kebenaran memang berat semuanya. Meskipun Allah akan meringankannya juga bagi mereka untuk mencari keuntungan di Hari Akhir lalu merka menyabarkan diri mereka sendiri, dan yakin akan kebenaran janji Allah bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempatkanlah dirimu untuk menerima kehadiran orang-orang yang memerlukan bantuan keadilan darimu. Duduklah bersama mereka dalam suatu majelis yang terbuka, agar di sana kau bertawadhu' merendahkan hati bagi Dia yang menciptamu. Dalam pertemuan seperti itu, seyogyanya kausingkirkan tentaramu, pembantu-pembantumu dan pengawal-pengawalmu, agar mereka yang ingin menyampaikan keluhannya kepadamu dapat melakukannya dengan tenang tanpa rasa takut dan cemas. Beberapa kali aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak akan tersucikan suatu umat selama si lemah tidak dapat menuntut dan memperoleh kembali haknya dari si kuat tanpa rasa takut dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabarlah dalam menghadapi orang-orang yang lemah akalnya atau berat bicaranya. Singkirkanlah orang-orang buruk laku dan angkuh, niscaya Allah akan menebarkan rahmat-Nya dan mewajibkan pahala-Nya bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau memberi, berilah dengan penuh kerelaan! Bila kau menolak, tolaklah  dengan halus sambil mengajukan alasan penolakanmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109789514858788362?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109789514858788362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109789514858788362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109789514858788362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109789514858788362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/10/etika-pemerintahan-12-kaum-fakir.html' title='Etika Pemerintahan (12) (Kaum Fakir-Miskin dan Kaum Lemah)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109789492920332838</id><published>2004-10-15T19:45:00.000-07:00</published><updated>2004-10-15T19:48:49.203-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (11) (Perlakuan terhadap Para Pedagang dan Tukang)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan dan  perlakukan dengan baik para pedagang  dan ahli pertukangan. Yaitu mereka yang berusaha di tempatnya atau yang berpindah-pindah dengan hartanya, ataupun yang berpenghasilan dengan tenaganya. Dengan merekalah tersedia  bahan-bahan kebutuhan rakyat dan barang-barang keperluan sehari-hari. Dan merekalah yang menghadirkannya dari tempat-tempat jauh dan pusat-pusatnya di darat, di laut, di kota dan di pegunungan, yang kebanyakan rakyat tidak dapat mencapainya ataupun tidak berani pergi ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap ramahlah kepada mereka sebab mereka – pada umumnya – adalah orang-orang yang suka damai, yang tidak usah kaucemaskan timbulnya pembangkangan mereka dan tidak perlu kaukhawatirkan datangnya bencana dari mereka.  Telitilah urusan-urusan mereka, yang berada dekat denganmu ataupun yang jauh, di seluruh penjuru negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketahuilah juga, bahwa ada pula di antara mereka yang berperilaku buruk, amat serakah, gemar menimbun kebutuhan orang banyak dan memaksakan harga-harga semau hatinya. Itulah pintu mudarat bagi rakyat kecil dan cacat bagi penguasa negeri. Maka laranglah penimbunan barang sebagaimana Rasulullah saw. juga telah melarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah agar jual-beli berlangsung dengan mudah untuk semua yang bersangkutan. Dengan timbangan-timbangan yang jujur dan harga-harga yang tidak merugikan si penjual ataupun si pembeli. Dan barang siapa melakukan penimbunan juga, setelah kau sampaikan laranganmu, jerakanlah ia dengan hukuman sepatutnya, tetapi jangan melewati batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109789492920332838?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109789492920332838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109789492920332838' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109789492920332838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109789492920332838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/10/etika-pemerintahan-11-perlakuan.html' title='Etika Pemerintahan (11) (Perlakuan terhadap Para Pedagang dan Tukang)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109737857259962282</id><published>2004-10-09T20:21:00.000-07:00</published><updated>2004-10-09T20:22:52.600-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (10) (Memilih Juru Tulis (Sebagai Sekretaris Pribadi atau Lainnya ) )</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perhatikanlah keadaan para juru tulismu. Tunjuklah orang terbaik untuk itu. Terutama untuk menangani surat-surat yang mengandung rencana-rencana rahasiamu, pilihlah seorang penulis yang kepribadiannya mencakup sebanyak mungkin akhlak luhur. Yaitu yang tidak mudah terpengaruh oleh kemuliaan kedudukannya di sisimu. Sedemikian sehingga bersikap kurang sopan terhadapmu di hadapan orang banyak, di saat ia berselisih paham denganmu. Bukan pula seorang pelalai yang tidak cukup melaporkan kepadamu tentang surat-surat yang datang dari pejabat-pejabatmu atau kurang cekatan dalam mengirim jawaban-jawabanmu yang tepat kepada mereka. Atau seorang yang lemah dalam mengikat-untukmu-perjanjian-perjanjian yang kau lakukan,  dan tidak mampu menghindarkanmu dari kesulitan-kesulitan persyaratan yang dibebankan atas dirimu. Atau seorang yang tidak tahu menilai dirinya sendiri, sehingga ia tidak tahu lagi menilai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah pilihanmu itu kaudasarkan atas firasat, kepercayaan atau persangkaan baikmu semata-mata. Hal ini mengingat bahwa para pejabat itu biasanya berusaha  mempengaruhi  firasat atasannya dengan cara mengambil hatinya dan berpura-pura dalam melayaninya. Yang demikian itu sama sekali tidak menunjukkan ketulusan dan amanat mereka. Karena itu pilihlah mereka berdasarkan pengalaman kerja mereka atas  orang-orang baik sebelummu. Pilihlah yang paling baik pengaruhnya di kalangan orang banyak dan yang paling memegang amanat. Yang demikian itu merupakan bukti ketulusanmu kepada Allah, juga kepada rakyat yang kau beroleh kekuasaan atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatlah seorang kepala juru tulis bagi tiap urusanmu yang penting. Seorang yang kuat dan tidak menjadi bingung karena banyak yang harus diselesaikannya. Ketahuilah bahwa apapun cacat yang ada pada juru tulismu, semuanya itu akan kau tanggung sendiri akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109737857259962282?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109737857259962282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109737857259962282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109737857259962282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109737857259962282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/10/etika-pemerintahan-10-memilih-juru.html' title='Etika Pemerintahan (10) (Memilih Juru Tulis (Sebagai Sekretaris Pribadi atau Lainnya ) )'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109737849228441901</id><published>2004-10-09T20:19:00.000-07:00</published><updated>2004-10-09T20:21:32.283-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (9) (Tentang Kharaj dan Pertanian )</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturlah urusan kharaj (pendapatan negara) dengan sebaik-baik pengaturan sehingga membawa kebaikan bagi para petugas yang menangani. Dalam keberesannya dan keberesan merekalah bergantung segala keberesan yang lainnya. Tidak akan ada kebaikan bagi orang-orang lain kecuali dengan kebaikan mereka. Sebab rakyat semuanya bergantung pada pendapatan negara dan pejabat-pejabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah usahamu dalam memajukan pertanian lebih besar daripada usahamu dalam menambah kharaj. Sebab, penambahan pendapatan negara tak akan tercapai kecuali dengan pembangunan pertanian. Seorang pemimpin yang memaksakan  pertambahan kharaj tanpa (peningkatan) pembangunan, niscaya akan menyebabkan hancurnya negara, binasanya rakyat dan jatuhnya pemerintahan dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila rakyat mengeluh kepadamu disebabkan beratnya pungutan atau timbulnya hama, berkurangnya air sungai atau hujan, rusaknya ladang karena terendam air ataupun tertimpa kekeringan, sepatutnya kau beri mereka keringanan demi perbaikan kepentingan mereka yang kauharapkan. Jangan meresa berat memberi keringanan beban mereka. Yakinkanlah dirimu bahwa yang demikian itu pasti akan kembali keuntungannya kepadamu kelak. Yaitu dalam pembangunan negeri dan pengukuhan pemerintahanmu, di samping pujian mereka padamu  dan kegembiraanmu atas melimpahnya keadilan di antara rakyatmu. Engkau pun dapat mengharapkan bantuan dan kepercayaan mereka padamu di masa mendatang, dengan kebaikan yang kausimpankan di hati mereka  dan keadilan serta kasih sayang yang kauperlihatkan dalam perlakuanmu terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adakalanya timbul berbagai kesulitan yang bila kauserahkan penyelesaiannya kepada mereka kelak, niscaya mereka akan menerimanya dengan senang hati. Karena kemakmuran mereka pasti mampu mengangkat beban apa saja yang kaupikulkan, dan – sebaliknya  -- kehancuran negeri biasanya datang dari kemiskinan penduduknya. Kemiskinan bersumber dari kerakusan para pemimpin  yang menumpuk-numpuk kekayaan. Baik disebabkan ketakutan mereka akan hilangnya kedudukan di masa dekat ataupun langkanya nasihat yang dijadikan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109737849228441901?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109737849228441901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109737849228441901' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109737849228441901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109737849228441901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/10/etika-pemerintahan-9-tentang-kharaj.html' title='Etika Pemerintahan (9) (Tentang Kharaj dan Pertanian )'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109685006143563826</id><published>2004-10-03T17:32:00.000-07:00</published><updated>2004-10-03T17:53:26.026-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (8) (Memilih Pejabat dan Pegawai Negeri)</title><content type='html'>Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;br /&gt;(Memilih Pejabat dan Pegawai Negeri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan para pegawaimu; jangan mempercayakan sesuatu jabatan sebelum mereka kauuji. Jangan mengangkat mereka karena ingin mengambil hati mereka ataupun demi kepentingan dirimu semata-mata. Sebab yang demikian itu adalah sumber kezaliman dan penghianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamakanlah orang-orang yang berpengalaman, yang memiliki rasa malu, berasal dari keluarga baik-baik dan selalu mantap dalam keislamannya. Mereka itulah yang lebih mulia akhlaknya, lebih menjaga kehormatan dirinya, lebih terhindar dari kerakusan dan lebih jauh pandangannya akan akibat segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah mereka itu kecukupan dalam pendapatannya. Agar mereka mampu memperbaiki dirinya dan tidak terdorong untuk mengambil sesuatu yang di bawah kekuasaannya. Juga demi menghilangkan dalih mereka, bila nantinya mereka melanggar perintahmu atau menyalahgunakan kepercayaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksalah hasil kerja mereka dan kirimlah pengawas-pengawas dari orang-orang yang kau ketahui ketulusan dan kesetiaannya. Pengawasanmu secara rahasia dan terus-menerus atas urusan-urusan mereka, akan menjadi pendorong dalam tugas mereka menjaga amanat dan memperlakukan rakyat dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah dalam memimpin pembantu-pembantumu. Bila seorang di antara mereka telah menjulurkan tangannya ke dalam pengkhianatan dan terkumpul bukti-buktinya dengan pasti berdasarkan laporan-laporan para pengawas, cukuplah yang demikian itu bagimu sebagai saksi. Jatuhilah hukuman atas dirinya, sitalah harta yang diambilnya, hinakanlah ia dengan menyebutnya sebagai pengkhianat dan “kalungilah” ia dengan kehinaan tuduhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhiy&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109685006143563826?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109685006143563826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109685006143563826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109685006143563826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109685006143563826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/10/etika-pemerintahan-8-memilih-pejabat.html' title='Etika Pemerintahan (8) (Memilih Pejabat dan Pegawai Negeri)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109684988426527739</id><published>2004-10-03T17:28:00.000-07:00</published><updated>2004-10-03T17:31:24.266-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (7) ( Memilih Hakim-Hakim )</title><content type='html'>Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;br /&gt;( Memilih Hakim-Hakim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pilihlah untuk jabatan sebagai hakim orang-orang yang paling utama di antara rakyatmu, yang luas pengetahuannya dan tidak mudah dibangkitkan emosinya oleh lawannya. Tidak berkeras kepala dalam kekeliruan dan tidak segan kembali kepada kebenaran bila telah mengetahuinya. Tidak tergiur hatinya oleh ketamakan. Tidak merasa cukup dengan pemahaman yang ada di permukaan saja, tetapi ia berusaha memahami sesuatu dengan sedalam-dalamnya. Mereka yang paling segera berhenti, karena berhati-hati, bila berhadapan dengan keraguan. Yang paling bersedia menerima argumen-argumen yang benar dan yang paing sedikit raas kesalnya bila didebat oleh lawan. Yang paling sabar menyelidiki semua urusan dan yang paling tegas setelah beroleh kejelasan tentang penyelesaiannya. Yang tidak menjadi congkak bila dipuji dan tidak terpengaruh oleh segala macam bujuk rayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh orang seperti itu amat sedikit jumlahnya. Oleh sebab itu, sering-seringlah mengikuti serta menyelidiki keputusan-keputusan yang dibuatnya. Berilah ia kecukupan penghasilan sehingga meliputi keperluan hidupnya dan hanya sedikit saja kebutuhannya pada manusia lainnya. Berilah ia kedudukan terhormat di sisimu sehingga mencegah siapa saja di antara orang-orang yang dekat kepadamu daripada bersikap tidak wajar kepadanya, dan agar ia merasa aman bahwa tidak seorang pun akan berhasil memfitnahnya di hadapanmu. Perhatikan hal ini dengan saksama, sebab agama ini, beberapa waktu yang lalu, digunakan sebagai pelampias hawa nafsu dan diperalat guna mencapai keuntungan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, Syarif Ar-Radhi&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109684988426527739?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109684988426527739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109684988426527739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109684988426527739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109684988426527739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/10/etika-pemerintahan-7-memilih-hakim.html' title='Etika Pemerintahan (7) ( Memilih Hakim-Hakim )'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109661384778369922</id><published>2004-09-30T23:52:00.000-07:00</published><updated>2004-10-01T00:04:20.323-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (6) (Memilih Pemimpin Tentara)</title><content type='html'>Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Memilih Pemimpin Tentara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah pemimpin tentaramu, dari mereka yang kau anggap paling tulus kepada Allah, rasul-Nya serta Imam-mu; paling bersih dan mulia hatinya; tidak cepat marah, mudah memaafkan, sayang kepada orang-orang lemah dan tegas terhadap mereka yang merasa dirinya kuat; yang tidak terguncang oleh kekerasan dan tidak terhambat oleh kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamakanlah mereka yang berasal dari lingkungan yang menjaga kebersihan pribadinya, dari keluarga-keluarga terhormat dan yang tercatat jasa-jasa mereka di kalangan masyarakat; kemudian yang dikenal kekesatriaan, keberanian, kedermawanan dan kemurahan hatinya. Mereka itulah tempat berkumpulnya kemuliaan dan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan baik-baik segala urusan mereka seperti halnya kedua orang tua terhadap anak-anak mereka. Jangan membesar-besarkan apa saja yang telah kauberikan kepada mereka guna menambah kekuatan mereka, dan jangan meremehkan kasih sayang yang kaucurahkan atas mereka betapapun itu hanya sedikit. Semuanya itu akan mendorong mereka bersikap tulus dan berbaik sangka terhadap dirimu. Oleh karena itu, jangan kau tinggalkan perhatianmu terhadap hal yang kecil-kecil dari urusan mereka, hanya disebabkan engkau telah merasa cukup memperhatikan urusan mereka yang besar-besar. Mereka pasti akan merasakan manfaat perhatianmu atas yang kecil sebagaimana mereka membutuhkannya atas yang besar. Untuk menduduki tampuk pimpinan tentaramu, utamakanlah mereka yang selalu memikirkan bawahannya. Yaitu dengan memberikan apa yang menjadi hak mereka serta memenuhi kepentingan mereka dan juga meliputi kebutuhan keluarga-keluarga yang ditinggalkan agar perhatian mereka semua, baik pimpinan atau bawahan, terpusat hanya pada cara menghadapi musuh. Ketahuilah bahwa kelembutan sikapmu terhadap mereka pasti akan membuat lembutnya sikap mereka terhadap dirimu. Dan sebaik-baik keadaan yang mendatangkan kebahagiaan bagi para penguasa ialah tegaknya keadilan di seluruh negeri dan adanya kecintaan rakyat kepada mereka. Namun kecintaan rakyat tidak akan timbul kecuali dengan ketulusan hati mereka (rakyat) dalam menjaga keselamatan para pemimpin, dan tiadanya rasa jemu terhadap kekuasaan mereka ataupun keinginan akan segera berakhirnya masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarkanlah harapan-harapan rakyatmu, ucapkanlah selalu penghargaanmu terhadap mereka atas hasil-hasil yang telah dicapai orang-orang yang berjasa bagi negara. Hal itu akan menguatkan semangat para pahlawan dan mendorong orang-orang lainnya yang ketinggalan. Insya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajarilah jasa setiap orang dan jangan mengalihkan penghargaanmu bagi mereka kepada orang lain. Jangan pula memberi mereka imbalan kurang dari yang patut diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan besar-besarkan seseorang hanya karena kemuliaan kedudukan si pembuatnya, dan jangan mengecilkan jasa besar yang dibuat oleh seseorang semata-mata disebabkan rendah kedudukannya.&lt;br /&gt;Kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya segala urusan yang kau rasakan terlampau berat atau membingunganmu. Sebab Allah SWT telah berfirman kepada orang-orang yang ingin diberinya petunjuk: Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Taatlah kepada Rasul, serta para pemimpin dari kalanganmu. Dan bila kamu berselisih dalam sesuatu urusan, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul...(QS 4 : 59). Mengembalikan kepada Allah artinya berpegang erat-erat dengan ayat-ayat Al-Quran yang jelas dan tegas. Adapun mengembalikannya kepada Rasul ialah dengan melaksanakan Sunnahnya yang disepakati bukannya yang diperselisihkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109661384778369922?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109661384778369922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109661384778369922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109661384778369922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109661384778369922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/09/etika-pemerintahan-6-memilih-pemimpin.html' title='Etika Pemerintahan (6) (Memilih Pemimpin Tentara)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109661349504665490</id><published>2004-09-30T23:49:00.000-07:00</published><updated>2004-09-30T23:51:35.046-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (5) (Golongan-golongan Rakyat)</title><content type='html'>Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Golongan-golongan Rakyat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah  bahwa rakyat terdiri atas beberapa golongan dan tingkatan. Masing-masing saling melengkapi dan saling memerlukan. Di antaranya, tentara pejuang di jalan Allah, para juru tulis baik yang berhubungan dengan rakyat biasa ataupun yang berhubungan dengan para pejabat, para penegak hukum, para pekerja di bidang kesejahteraan sosial, para petugas jizyah (pungutan untuk kaum non-muslim) dan kharaj (pendapatan negara) yang bertugas di kalangan ahl adz-dzimmah maupun kaum Muslim, para pedagang, tukang dan karyawan. Juga mereka yang berada di tingkat terbawah, yang sangat membutuhkan bantuan dan tidak cukup penghasilannya. Semua mereka itu telah dirinci dan ditetapkan oleh Allah SWT bagiannya masing-masing dalam kitab-Nya atau dalam Sunnah Nabi-Nya saw. Sebagai janji yang diamanatkan-Nya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun para anggota tentara, mereka itu, dengan perkenan Allah, adalah benteng-benteng rakyat, kebanggaan para pemimpin, kejayaan Agama dan sarana-sarana keamanan. Rakyat tak mampu berdiri tegak tanpa mereka. Tetapi, tentara tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa jaminan materiil yang ditetapkan oleh Allah bagi mereka dari hasil kharaj. Dengannya mereka memiliki kekuatan dalam jihad melawan musuh, menggunakannya demi perbaikan keadaan mereka dan mencukupi keperluan hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kedua kelompok ini (rakyat dan tentara) tidak akan berdiri dengan sempurna tanpa kelompok ketiga yang terdiri atas para hakim, karyawan dan juru tulis yang bertugas di bidang peradilan dan pembuatan berbagai macam akad, menyiapkan segala keperluan negara dan menjaga amanat dalam pencatatan segala urusan yang khusus maupun umum. Dan kesemua mereka ini tidak dapat berdiri dengan sempurna tanpa para pedagang dan ahli-ahli industri yang menyediakan barang-barang mereka, mendirikan pasar-pasar serta memenuhi kebutuhan rakyat umum yang tidak dapat dilakukan kecuali oleh mereka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lapisan terbawah, yakni orang-orang lemah dan miskin yang harus dibantu dan disantuni. Allah SWT Maha Mencukupi mereka semua dan mereka pun memiliki haknya masing-masing yang wajib dipenuhi oleh wali negeri sesuai dengan kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada hakikatnya, seorang wali negeri tidak akan mampu melaksanakan semua kewajibannya itu, kecuali dengan mencurahkan perhatian yang besar sambil memohon bantuan Allah SWT. Ia harus menguatkan tekad untuk mempertahankan kebenaran dan bersikap sabar dalam segala urusan, yang ringan baginya maupun yang berat.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109661349504665490?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109661349504665490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109661349504665490' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109661349504665490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109661349504665490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/09/etika-pemerintahan-5-golongan-golongan.html' title='Etika Pemerintahan (5) (Golongan-golongan Rakyat)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109598204822911736</id><published>2004-09-23T16:24:00.000-07:00</published><updated>2004-09-23T16:27:28.230-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (4) (Memilih Menteri dan Pembantu Pribadi)</title><content type='html'>(Memilih Menteri dan Pembantu Pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seburuk-buruk menterimu adalah mereka yang tadinya juga menjadi menteri orang-orang jahat yang telah berkuasa sebelummu, yang bersekutu dengan mereka dalam dosa dan pelanggaran. Maka jangan kaujadikan mereka itu sebagai kelompok pendampingmu, sebab mereka adalah pembantu-pembantu kaum durhaka dan saudara-saudara kaum yang aniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pasti akan kaudapati orang-orang lain di antara rakyatmu yang memiliki kecerdasan dan kecekatan seperti mereka, tapi tidak terlibat dalam kesalahan dan kecurangannya. Yaitu orang-orang yang tidak pernah membantu seorang zalim dalam kezalimannya, ataupun seorang durhaka dalam kedurhakaannya. Mereka itulah yang lebih ringan bebannya darimu, lebih banyak bantuannya, lebih besar ketulusannya dan lebih sulit dijinakkan oleh orang-orang selainmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah mereka itu sebagai kawan-kawanmu terdekat dalam kesepian dan keramaianmu. Pilihlah di antara mereka itu untuk kaujadikan sebagai sahabatmu  yang paling erat hubungannya denganmu. Mereka itulah yang paling berani mengatakan kebenaran yang paling pahit sekalipun bagimu, dan yang paling sedikit bantuannya bagimu dalam hal-hal yang tidak disukai Allah bagi wali-wali-Nya, meskipun sikap mereka yang seperti itu mungkin tidak sejalan dengan keinginan hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lekatkanlah dirimu dengan orang yang berhati-hati dan pandai menahan diri disebabkan kepatuhan dan ketulusannya kepada segala ketentuan Allah SWT. Biasakanlah mereka agar tidak memuji dan membuatmu bangga  akan apa yang sebenarnya tidak kaulakukan, karena puji-pujian yang banyak mengundang kecongkakan dan mendatangkan rasa keperkasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah menyamakan kedudukan orang yang baik  dengan yang jahat di sisimu. Sikap seperti itu akan melemahkan semangat  orang yang baik untuk berbuat kebaikan dan akan mendorong orang jahat untuk meneruskan kejahatannya. Tetapkanlah bagi masing-masing orang apa yang mereka tetapkan  bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa tidak ada sesuatu yang dapat menimbulkan persangkaanbaik seorang penguasa terhadap rakyatnya lebih dari pada perlakuan baiknya bagi mereka, peringan beban kewajiban mereka dan pembebasan mereka dari pemaksaan sesuatu  yang bukan merupakan haknya atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kauperhatikan hal itu baik-baik, sehingga engkau dapat cukup berbaik sangka terhadap rakyatmu. Sebabyang demikian itu akan menghindarkan dirimu dari beban yang memberatkan. Dan sesungguhnya yang paling patut menerima persangkaan baikmu itu ialah orang yang telah kautanamkan  keadilan dan kebaikan lakumu padanya. Dan yang paling patut kau berburuk sangka terhadapnya ialah orang yang telah kautujukan buruk lakumu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menghapus suatu kebiasaan baik yang telah dilakukan oleh para pendahulu umat ini yang dengannya kerukunan telah terjalin dan kebaikan telah merata di kalangan rakyat. Dan jangan membuat suatu kebiasaan baru yang merusak sesuatu dari kebiasaan-kebiasaan lama yang baik itu, sehingga menyebabkan pahalanya diperoleh oleh mereka yang membuatnya dan dosanya dibebankan atas dirimu karena engkaulah yang telah merusaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering-seringlah berdiskusi dengan para ahli ilmu dan berbincang-bincang dengan orang -orang bijak dan piawai, dalam segala hal yang mendatangkan kejayaan negerimu dan menegakkan apa yang telah menyejahterakan rakyat sebelum kedatanganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109598204822911736?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109598204822911736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109598204822911736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109598204822911736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109598204822911736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/09/etika-pemerintahan-4-memilih-menteri.html' title='Etika Pemerintahan (4) (Memilih Menteri dan Pembantu Pribadi)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109563726763195030</id><published>2004-09-19T16:37:00.000-07:00</published><updated>2004-09-19T16:41:07.630-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (3)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya (3)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mendahulukan Kepentingan Rakyat Kebanyakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah kesukaanmu yang sangat pada segala sesuatu yang paling dekat dengan kebenaran, paling luas dalam keadilan, dan paling meliputi kepuasan rakyat banyak. Sebab, kemarahan rakyat banyak mampu mengalahkan kepuasan kaum elit. Adapun kemarahan kaum elit dapat diabaikan dengan adanya kepuasan rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya rakyat yang berasal dari kaum elit ini adalah yang paling berat membebani wali negeri dalam masa kemakmuran; paling sedikit bantuannya di masa kesulitan; paling membenci keadilan; paling banyak tuntutannya, namun paling sedikit rasa terima kasihnya bila diberi; paling lambat menerima alasan bila ditolak; dan paling sedikit kesabarannya bila berhadapan dengan berbagai bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya rakyat kebanyakanlah yang menjadi tiang Agama dan kekuatan kaum Muslim. Maka curahkanlah perhatianmu kepada mereka, dan arahkanlah kecenderunganmu pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang seharusnya paling kaujauhkan dan kaubenci ialah orang yang paling bersemangat dalam mencari-cari kekurangan orang lain. Padaal setiap orang pasti memiliki kekurangan yang menjadi kewajiban wali negeri untuk menutupinya. Maka jangan berusaha membongkar apa yang tidak tampak bagimu, sedangkan kewajibanmu adalah membersihkan apa yang sudah jelas tampak bagimu. Dan Allah-lah yang memutuskan hal itu. Maka rahasiakanlah aurat (aib) orang lain sedapat-dapatnya, niscaya Allah juga akan menutupi aurat dirimu yang kau tidak ingin diketahui oleh rakyatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepaskanlah segala ikatan kedengkian dalam hati orang banyak terhadapmu dan renggutlah segala penyebab permusuhan mereka. Tutuplah pandanganmu dari hal yang tidak patut bagimu, dan jangan tergesa-gesa mempercayai pembawa fitnah, sebab orang seperti itu adalah penipu meskipun ia berpura-pura sebagai penasihat yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan meminta saran dari seorang bakhil dalam suatu urusan kedermawanan, sebab ia pasti akan mengalihkanmu dari kebajikan dan mempertakutimu dengan kemiskinan. Jangan bermusyawarah dengan seorang pengecut yang hanya akan melemahkan tekadmu. Atau seorang rakus yang akan mendorongmu memperoleh sesuatu kendati harus menggunakan cara yang zalim. Semua sifat itu: kebakhilan, kepengecutan dan kerakusan, hanya bersumber pada diri mereka yang berprasangka buruk pada Allah SWT.  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109563726763195030?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109563726763195030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109563726763195030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109563726763195030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109563726763195030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/09/etika-pemerintahan-3.html' title='Etika Pemerintahan (3)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109555780106914075</id><published>2004-09-18T18:36:00.000-07:00</published><updated>2004-09-18T18:36:41.070-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.haloscan.com/" title="HaloScan Commenting and Trackback"&gt;Haloscan&lt;/a&gt; commenting and trackback have been added to this blog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109555780106914075?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109555780106914075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109555780106914075' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109555780106914075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109555780106914075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/09/haloscan-commenting-and-trackback-have.html' title=''/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109555638453596617</id><published>2004-09-18T18:08:00.000-07:00</published><updated>2004-09-18T18:13:04.536-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan(2): Memilih Wali Negeri (Gubernur)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Perilaku Wali Negeri)            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah hai Malik, bahwasanya aku mengutusmu ke suatu daerah yang sebelumnya telah mengalami pergantian berbagai pemerintahan, yang adil maupun yang zalim. Dan bahwasanya rakyat di sana akan memandangmu sama seperti pandanganmu terhadap para penguasa sebelummu, dan berbicara tentang dirimu seperti pembicaraanmu terhadap mereka. Sesungguhnya keadaan orang-orang baik dapat diketahui dari penilaian yang diucapkan oleh kebanyakan rakyat awam. Maka hendaklah kaujadikan amal-amal saleh sebagai perbendaharaanmu yang paling kausukai. Untuk itu, kuasailah hawa nafsumu dan pertahankanlah dirimu dari segala yang tidak dihalalkan bagimu. Sikap seperti itu adalah yang paling tidak adil bagi dirimu, baik dalam hal yang disukai ataupun yang tidak disukainya.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Insafkanlah hatimu agar selalu memperlakukan semua rakyatmu dengan kasih sayang, cinta dan kelembutan hati. Jangan kaujadikan dirimu laksana binatang buas lalu menjadikan mereka sebagai mangsamu. Mereka itu sesungguhnya hanya satu di antara dua: saudaramu dalam agama atau makhluk Tuhan seperti dirimu sendiri. Kadang-kadang mereka tergelincir dalam kesalahan atau tergoda oleh pelanggaran, sehingga timbul kejahatan akibat perbuatan tangan mereka, baik secara sengaja atau tidak. Oleh sebab itu, berilah mereka maaf dan ampunanmu sedapat mungkin, sebagaimana juga engkau mengharapkannya dari Tuhanmu. Engkau berada di atas mereka; pemimpin yang mengangkatmu berada di atasmu; dan Allah SWT berada di atas orang yang telah mengangkatmu!            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh, Allah telah menugaskan kepadamu penyelesaian urusan mereka, dan  Ia mengujimu dengan mereka. Maka jangan jadikan dirimu sebagai musuh yang memerangi-Nya. Sebab kau tak memiliki sedikit pun kekuatan penolak hukuman-Nya, dan kau pasti membutuhkan ampunan dan rahmat-Nya.            Jangan menyesali maaf yang telah kauberikan. Jangan berbangga hati dengan hukuman yang kaujatuhkan. Jangan tergesa-gesa mengikuti nafsu amarahmu selama masih ada jalan keluar lainnya. Dan jangan menganggap dirimu seorang diktator yang harus ditaati segala perintahnya, sebab yang demikian itu adalah penyebab rusaknya jiwa, melemahnya Agama dan hilangnya kekuasaan.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan bila kekuasaanmu menyebabkan tumbuhnya keangkuhan dan kebanggaan dalam hatimu, alihkanlah pikiranmu ke arah keagungan kerajaan Allah di atasmu, dan kuasa-Nya terhadap dirimu sendiri. Dengan begitu kau akan berhasil mengurangi kepongahanmu, menahan kekerasan hatimu dan mengembalikan akal sehatmu bila ia hampir menyingkir darimu.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Awas, jangan coba-coba berpacu dengan Allah dan penuhilah pula hak rakyat atas dirimu sendiri, keluargamu terdekat dan orang-orang yang kaucintai. Jika tidak, maka engkau telah berbuat zalim; sedangkan siapa saja yang zalim terhadap hamba-hamba Allah, maka yang menjadi lawannya adalah Allah, bukan mereka. Dan siapa saja yang menjadi lawan Allah, pasti akan gugur hujjah-nya, dan akan diperangi-Nya sampai saat ia berhenti dan bertobat. Ketahuilah, tiada sesuatu yang paling cepat menghilangkan nikmat Allah dan menyegerakan murka-Nya seperti tindakan zalim. Sungguh Allah SWT Maha Mendengar doa orang-orang yang tertindas, dan Ia selalu siap menghukum kaum yang zalim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109555638453596617?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109555638453596617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109555638453596617' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109555638453596617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109555638453596617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/09/etika-pemerintahan2-memilih-wali.html' title='Etika Pemerintahan(2): Memilih Wali Negeri (Gubernur)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109555611097976123</id><published>2004-09-18T17:56:00.000-07:00</published><updated>2004-09-18T18:14:28.976-07:00</updated><title type='text'>Etika Pemerintahan (1)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Surat Imam Ali Kepada Malik Asytar An-Nakha'iy Ketika Mengangkatnya Sebagai Wali Mesir dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;(Pembukaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;Surat perintah hamba Allah, Ali Amir Al-Mukminin, kepada Malik bin Haarits Al-Asytar pada saat mengangkatnya sebagai Wali Negeri Mesir dengan tugas mengumpulkan (Segala pendapatan negara seperti pajak dan zakat), memerangi musuh, mengurus kepentingan penduduk dan membangun daerahnya.&lt;br /&gt;Hendaknya ia sungguh-sungguh bertakwa kepada Allah SWT, mendahulukan ketaatan kepada-Nya dan mengikuti segala yang diperintahkan dalam Kitab-Nya, yang wajib dan yang dianjurkan, yang tidak seorang pun akan beroleh kebahagiaan kecuali dengan mengikutinya, dan tidak akan menderita kecuali dengan mengingkari dan melalaikannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hendaknya ia membela Allah SWT dengan hati, tangan serta lidahnya. Sebab Allah telah menjanjikan kemenangan bagi siapa yang membela-Nya, dan kemuliaan bagi siapa yang memuliakan-Nya.&lt;br /&gt;Hendaknya ia mematahkan syahwat nafsunya serta mengendalikannya bila ia menunjukkan kebinalannya. Sebab nafsu manusia cenderung melakukan kejahatan, kecuali pada mereka yang dirahmati Allah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber : Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109555611097976123?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109555611097976123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109555611097976123' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109555611097976123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109555611097976123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/09/etika-pemerintahan-1.html' title='Etika Pemerintahan (1)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109537768171556096</id><published>2004-09-16T16:32:00.000-07:00</published><updated>2004-09-16T16:34:41.716-07:00</updated><title type='text'>BAHLOOL PROVES THE THREE FACTS </title><content type='html'>Abu Hanifa was once teaching Islamic beliefs to his students. He was arguing and challenging the validity of some of the statements which had been proclaimed by Imam Ja'far al-Sadiq (a) Bahlool happened to be present as well. Abu Hanifa proclaimed that he could not agree with the three understated statements as made by the Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first one was that "Allah can never be seen." According to Abu Hanifa it was impossible for a thing to exist and yet be invisible!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The second things that the Imam had stated was that "Satan (devil) will be thrown in the inferno of Hell which will scorch him bitterly." Abu Hanifa argued: "How was it possible for fire to hurt 'fire', the fact that Satan was created from fire itself!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The third statement of the Imam was that "Man alone is responsible for his actions and Allah - the most powerful - has nothing to do with his actions." "How is it possible, when Allah alone guides the destiny of man without Whose will nothing can happen?" This was Abu Hanifa's third challenge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As soon as the speaker, Abu Hanifa, had made these three criticisms, Bahlool got up, took a piece of brick and aiming at Hanifa, let it go and cracked Abu Hanifa head. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahlool was caught and taken before the Caliph for punishment. In his defence, he pleaded that he had done nothing else except reply to the three criticisms which Abu Hanifa had made against the Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Caliph asked him to explain as to how and why he chose to reply by hitting and injuring Abu Hanifa. Bahlool said, "This man claims that if God is there, then he must be seen. He is now complaining of pain in his head due to the brick having hurt him. If the pain is definitely there, can he show me where it is? Well! just as pain can be there without being seen Allah also exists without being seen."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secondly, he says that fire cannot burn fire. It is a fact that man is made out of clay and this brick with which I hit his head is also made out of clay, if clay can inflict pain and hurt clay, why can't fire do the same to fire?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The third thing he says is that man is not responsible for his own actions but Allah does all things. If this is so, then why does he want justice from you and why does he want me to be punished for hurting him? He might as well transfer the punishment to Allah Who, according to him - is responsible for all the actions of man!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone in the court was stunned at this and Abu Hanifa was dumb founded - having nothing to say. So Bahlool was released without any punishment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, while some Muslim sects believe that Allah can be seen, perhaps on the Day of Judgement, the Shia Muslims say that Allah is the creator of everything; He was not created and as such he has no body like us that can be seen. If we can still believe in unseen things like air, electricity and human soul, why can't we believe in the unseen God?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we are responsible for our actions and are to be punished or rewarded accordingly, then it is only fair and just that Allan should not manipulate or compel us to do things but leave us alone to act the way we see it fit, and be answerable for those actions ourselves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://al-islam.org/gallery/kids/Books/istories/index.htm&lt;br /&gt;         http://al-islam.org/action.php?sid=210495675&amp;url=%2Fkiswahili%2Fzip2002%2Fbahlul.zip&amp;action=go&amp;id=12302&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109537768171556096?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109537768171556096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109537768171556096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109537768171556096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109537768171556096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/09/bahlool-proves-three-facts.html' title='BAHLOOL PROVES THE THREE FACTS '/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109296298650197355</id><published>2004-08-19T17:47:00.000-07:00</published><updated>2004-08-19T17:49:46.500-07:00</updated><title type='text'>Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (5) </title><content type='html'>&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Isa bin Maryam as.  Mereka meyakini bahwa dia dapat berbicara dalam buaiannya dalam keadaan masih bayi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nabi Muhammad saw keluar dari perut ibunya sambil meletakkan tangan kirinya di atas tanah dan tangan kanannya diangkat ke atas.  Beliau menggerakkan kedua bibirnya dengan ucapan tauhid.  Lalu terpancarlah dari mulutnya cahaya sehingga penduduk Mekah dapat melihat istana - istana Bashrah dan istana - istana merah di negeri Yaman dan sekitarnya, serta istana - istana putih di negeri Yaman dan sekitarnya.  Dunia menjadi terang benderang di malam kelahiran Nabi Muhammad saw  sehingga jin, manusia, dan setan ketakutan.  Mereka berkata, "Telah terjadi peristiwa besar di muka bumi ini."  Pada malam kelahiran beliau, para malaikat naik - turun dari langit, bertasbih dan memuji Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Mereka meyakini bahwa Nabi Isa as telah menyembuhkan orang bisu dan orang yang menderita penyakit beang dengan izin Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Muhammad telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Beliau telah menyembuhkan orang dari penyakitnya.  Ketika beliau duduk, beliau bertanya tentang seorang sahabat beliau, lalu para sahabat beliau berkata, "Ya Rasulullah, dia terkena musibah sehingga dia seperti anak burung yang tidak berbulu."  kemudian beliau mendatanginya, ternyata orang itu benar - benar seperti anak burung yang tidak berbulu karena beratnya musibah.  Beliau berkata, "Apakah kamu telah meminta sesuatu dengan sebuah doa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Ya.  Aku pernah berdoa kepada Allah agar segala siksaan yang akan menimpaku di akhirat nanti, disegerakan di dunia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi berkata, "Bacalah doa ini "Ya Allah, berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan, dan jagalah kami dari azab api neraka."  Maka orang itupun mengucapkannya, lalu dia segera bangun dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pernah seseorang dari Juhainah yang menderita lepra.  Dia mengadu kepada beliau.  Kemudian beliau mengambil mengkuk berisi air dan beliau meludahinya.  Beliau berkata, "Basuhlah badanmu dengan air ini!"  Orang itu lalu mengerjakannya dan kemudian sembuh seakan - akan tidak terjadi apa - apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Mereka meyakini bahwa Nabi Isa as telah menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Sungguh telah bertasbih sembilan kerikil di tangan Nabi Muhammad saw, suaranya sampai terdengar  padahal kerikil itu tidak bernyawa.  Beberapa orang yang sudah mati berbicara dengannya dan meminta bantuan darinya dari siksaan kematian.  Kamu meyaini bahwa Nabi Isa as berbincang - bincang dengan orang yang sudah mati, dan Nabi Muhammad saw mempunyai pengalaman yang lebh mengagumkan dari itu.  Ketika beliau singgah di Thaif, sementara kaum Thaif memboikot beliau.  Mereka mengirim kambing yang sudah dipanggang dan diberi racun, lalu kambing itu berbicara, "Wahai Rasulullah, janganlah engkau makan aku, karena aku telah diberi racun."  Beliau telah diajak bicara oleh kambing yang sudah disembelih dan dibakar.  Beliau juga pernah memanggil pohon, lalu pohon itu menghampirinya.  Binaang - binatang buas berbicara dengan beliau dan bersaksi atas kenabian beliau.  Ini semua lebih besar dari yang diberikan kepada Isa as."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Isa as telah memberitahu kaumnya apa yang mereka makan dan mereka simpan di rumah - rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Itu benar.  Nabi Muhammad saw telah berbuat sesuatu yang lebih besar dari itu.  Kalau Nabi Isa as memberitahu apa yang ada di belakang tembok, maka Nabi Muhammad saw telah memberi tahu tentang perang Mut'ah, padahal beliau tidak menyaksikannya dan beliau menjelaskan  tentangya dan orang - orang yang syahid di sana padahal jarak antara tempat perang dengan beliau sejauh perjalanan sebulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya orang Yahudi itu mengucapkan dua kalimat Syahadat dan bersaksi bahwa tiada kedudukan dan keutamaan yang Allah berikan kepada seorang Nabi melainkan dia berikan juga kepada Rasululah saw dengan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata, "Aku bersaksi, wahai ayah al - Hasan, bahwa engkau adalah orang yang sangat dalam pengetahuannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Bagaimana aku tidak mengatakan tentang seseorang yang Allah sendiri mengagungkannya di dalam Al-Qur'an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya engkau berada di atas akhlak yang agung.""&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Mengungkap Untaian Kecerdasan Sayidina Ali, Al jawad.&lt;br /&gt;Sumber Utama    : (insya Allah menyusul, dicari dulu)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109296298650197355?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109296298650197355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109296298650197355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109296298650197355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109296298650197355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/08/perbandingan-antara-nabi-m_109296298650197355.html' title='Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (5) '/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109296260375743125</id><published>2004-08-19T17:41:00.000-07:00</published><updated>2004-08-19T17:43:23.756-07:00</updated><title type='text'>Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (4) </title><content type='html'>&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Dawud as, sebab Allah telah memberinya kekuatan untuk melunakkan besi, kemudian dengan kekuatannya dia membuat baju besi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nabi Nuhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Allah telah memberinya kekuatan untuk membuat gua dari batu gunung yang keras.  Batu Sakhrah di Baitul Maqdis menjadi cekung dengan tangan beliau, dan kami telah melihatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Dawud as menangis karena kesalahan dan kekhilafannya sehingga gunung bergetar karena takut tangisan darinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nabi Muhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Sesungguhnya beliau jika mendirikan salat, terdengar dari dadanya suara gemuruh seperti gemuruh bejana yang berisi air panas yang mendidih karena isak tangisnya yang sngat, padahal Allah telah membebaskannya dari siksaan-Nya.  Beliau berdiri shalat di atas kakinya puluhan tahun sehingga bengkak kedua kakinya dan pucat pasi mukanya.  Beliau sholat sepanjang malam sehingga Allah menegurnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Thaha.  Tidaklah Kami turunkan Al - Quran agar kami bersusah payah."&lt;/em&gt;  (QS. Thaha: 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang beliau menagis sampai pingsan.  Seseorang bertanya kepadanya, "Bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?"  Beliau menjawab, "Benar.  Namun tidakkah aku pantas menjadi hamba yang banyak bersyukur?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Sulaiman as, karena dia telah diberi kerajaan yang tidak layak diberikan kepada siapapun setelahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nabi Muhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Telah turun kepadanya satu malaikat yang tidak pernah turun kepada siapapun sebelumnya, yaitu malaikat Mikail.  Malaikat Mikail berkata kepada beliau, "Ya Muhammad.  Hiduplah kamu menjadi seorang raja yang senang.  Untukmu kunci - kunci khazanah bumi.  Tunduk kepadamu gunung dan batu dari emas dan perak.  Itu semua tidak mengurangi apa yang tersimpan untukmu di akhirat kelak sedikit pun."  Lalu dia menunjuk malaikat Jibril as dan meminta darinya agar bertawadlu'.  Kemudian Nabi Muhammad saw berkata, "Tidak, tetapi aku ingin hidup sebagai Nabi dan sebagai hamba.  Sehari makan dan dua hari tidak makan.  Aku ingin bergabung dengan saudara - saudaraku dari kalangan Nabi sebelumku."  Maka Allah memberinya telaga kautsar dan hak syafaat.  Ini lebih besar tujuh ribu kali lipat dari kerajaan dunia dari permulaan sampai akhir.  Dan Allah menjanjikannya kedudukan yang terpuji (Al - Maqam Al - Mahmud).  Di hari kiamat nanti Allah akan mendudukkannya di atas Arsyi.  Itu semua lebih mulia dari yang diberikan kepada Nabi Sulaiman bin Dawud as."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Angin telah diciptakan untuk Nabi Sulaiman as.    Angin itu membawa pergi Sulaiman di negerinya dalam sebuah perjalanan, perginya satu bulan dan pulangnya satu bulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nabi Muhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Dia telah di-isra'kan dari Masjid Al Haram ke Masjid Al - Aqsha, yang biasa ditempuh satu bulan, lalu dibawa naik ke kerajaan langit, yang memerlukan waktu lima puluh ribu tahun, dalam waktu kurang dari sepertiga malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Telah diciptakan jin - jin untuk taat kepada Nabi Sulaiman as.  Mereka bekerja untuk Sulaiman ketika membuat mihrab dan patung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nabi Muhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Jin - jin diciptakan untuk taat kepada Nabi Sulaiman as, tetapi mereka dalam keadaan kafir, sementara jin - jin diciptakan untuk taat kepada Nabi Muhammad saw dalam keadaan beriman.  Telah datang kepada beliau sembilan tokoh jin dari Yaman dan dari Bani Amr bin Amir.  Mereka itu adalah Syashot, Madhot, Hamlakan, Mirzaban, Mazman, Nadhot, Hashib , Hadhib dan Amr.  Merekalah yang disebutkan dalam Qur'an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan ketika kami palingkan kepadanya (Muhammad) sekelompok jin mereka mendengarkan Al - Quran."&lt;/em&gt; (QS. Al - Jin : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbaiat kepada beliau untuk menjalankan puasa, salat, zakat, haji dan jihad.  Ini lebih hebat dari yang diberikan kepada Nabi Sulaiman as."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Yahya bin Zakaria as karena dia waktu masih kecil telah diberi hikmah, kebijaksanaan dan pemahaman.  Dia menangis tanpa berbuat kesalahan dan dia senantiasa berpuasa terus menerus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nai Muhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Nabi Yahya as hidup pada masa tiada berhala - berhala dan kejahiliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Muhammad pada masa kecilnya telah diberi hikmah dan pemahaman di tengah penyembah berhala dan setan.  Beliau sama sekali tidak menyukai berhala, tidak pernah aktif dalam upacara - upacara mereka dan tidak pernah berdusta sama sekali.  Beliau seorang yang juur, terpercaya dan bijaksana.  Beliau senantiasa menyambung puasa dalam seminggu, terkadang kurang dan terkadang lebih.  Beliau pernah berkata, "Aku tidak seperti kalian.  Aku berada di samping Tuhanku.  Dia yang memberiku makan dan minum."  Beliau selalu menangis sehingga air matanya membasahi tempat salatnya karena takutnya kepada Allah SWT tanpa kesalahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;bersambung&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109296260375743125?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109296260375743125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109296260375743125' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109296260375743125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109296260375743125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/08/perbandingan-antara-nabi-m_109296260375743125.html' title='Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (4) '/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109296245051818217</id><published>2004-08-19T17:36:00.000-07:00</published><updated>2004-08-19T17:40:50.520-07:00</updated><title type='text'>Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (3) </title><content type='html'>&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Musa bin Imran as, karena Allah telah memberinya Taurat yang memuat hukum - hukum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya, itu benar.  Nabi Muhammad saw diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Nabi Muhammad saw telah diberi surat Al - Baqarah dan Al-Ma'idah yang sama dengan kitab Injil, beliau juga diberi surat Thawasin (surat - surat yang didahului dengan huruf tha, sin), surat Thaha, sebaian surat - surat Al-Mufashshal (yang sedang sehingga sering terpisah - pisah) dan Al-Hawamim (surat - surat yang dimulai dengan ha, mim) yang sama dengan kitab Taurat ;  beliau diberi sebagian surat - surat al-Mufashshal dan surat - surat yang didahului dengan Sabbaha yang sama dengan kitab Zabur; beliau diberi surat Bani Israil dan surat Bara'at yang sama dengan shuhuf Ibrahim as dan shuhuf Musa as, kemudian Allah menambah beliau dengan As-Saba' ath-Thiwal (Tujuh surat yang panjang) dan surat Al Fatihah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Sesungguhnya Nabi Musa as dipanggil untuk bermunajat kepada Allah di atas bukit Sina."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya, itu benar.  Allah telah mewahyukan kepada Nabi Muhammad saw di Sidratul Muntaha'.  Kedudukan beliau di langit terpuji dan di Sidratul Muntaha' disebut - sebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, &lt;em&gt;"Allah telah memberi kasih sayang kepada Nabi Musa as yang datang dari-Nya&lt;/em&gt; (QS. Thaha:39)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Itu benar, tetapi Allah telah memberi kepada Nabi Muhammad saw sesuatu yang lebih mulia dari itu.  Selain Allah memberi kasih sayang kepadanya, Dia juga telah menyertakan nama Muhammad dengan nama-Nya sehingga syahadat tidak sempurna kecuali dengan ungkapan, "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."  Ikrar itu disebut - sebut di atas mimbar, maka tidak dikumandangkan sebutan Allah kecuali dikumandangkan pula sebutan Muhammad saw."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Musa as telah diutus untuk menghadapi Fir'aun dan memperlihatkan kepadanya tanda yang besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Ya, itu benar.  Nabi Muhammad saw juga diutus untuk menghadapi beberapa Fir'aun, seperti Abu Jahal, Utbah bin Rabi'ah, Syaibah, Abi al-Bukhturi, Nidhir bin Harits, Ubai bin Khalaf, dan diutus kepada lima orang yang dikenal dengan para pengolok, Al Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi, Al-'Ash bin Wa'il al-Suhami, Aswad bin Abd Yaghuts az-Zuhri, Aswad bin al-Muthalib, dan Al-Harist bin Thalathilah.  Maka beliau memperlihatkan kepada mereka tanda - tanda yang besar di alam raya ini dan di dalam diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahwa Dia itu benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Sesungguhnya Musa bin Imran telah diberi tongkat yang berubah menjadi seekor ular."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Ya, itu benar.  Nabi Muhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih hebat dari itu.  Pernah ada seseorang yang menuntut hutang kepada Abu Jahal bin Hisyam (bin Abdulmuthalib? Pen) seharga seekor kambing yang dia beli dari orang itu.  Tetapi Abu Jahl tidak memperdulikannya.  Dia tengah asyik duduk sambil minum minuman keras.  Setiap orang itu menagihnya, tetapi tidak berbahaya sama sekali dan selalu diacuhkan oleh Abu Jahal.  Beberapa orang di sekitar itu berkata kepada orang tersebut sambil menghina, "Siapa yang kamu tagih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amir bin Hisyam (Abu Jahal).  Dia mempunyai utang padaku."  Mereka berkata, "maukah kami tunjukkan orang yang menjalankan hak - hak?"  Orang itu berkata, "Ya".  Mereka lalu menunjukkan Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Abu Jahal mengetahui rencana orang tersebut yang meminta pertolongan kepada Nabi Muhammad saw,  Abu Jahal berkata dalam hatinya, "Mudah - mudahan Muhammad datang kepadaku dan membutuhkanku, sehingga aku dapat mempermalukannya."  Orang yang sedang menuntut haknya itu datang kepada Nabi Muhammad saw seraya berkata, "Wahai Muhammad, aku mendengar bahwa hubungan antara anda dan Amr bin Hisyam baik.  Aku datang minta bantuan darimu.   Kemudian beliau pergi bersamanya menghadap Abu Jahal.  Beliau berkata, "Bangunlah wahai Abu Jahal.  Berikan kepada orang ini haknya." (Sejak saat itu Amr bin Hisyam dipanggil Abu Jahal, yang berarti bapak kebodohan).  Lalu Abu Jahal segera bangun dan memberikan kepada orang itu haknya.  Ketika Abu Jahal kembali ke tempatnya semula, teman - temannya berkata, "Kamu mengerjakan itu karena takut kepada Muhammad?"  Abu Jahal berkata, "Celaka kalian, maafkan aku.  Sesungguhnya ketika dia datang, aku lihat di sebelah kanannya orang - orang yang membawa pisau yang bersinar dan di sebelah kirinya ada dua ekor ular yang menampakkan giginya dan dari matanya keluar sinar.  Sekiranya aku menolak, maka perutku  tidak aman dari tikamannya dan aku akan diterkam ular itu, dan itu lebih berat bagiku dari pada memberikan hak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Muhammad saw mengajak ke tauhid dan menyalahkan kemusyrikan, para tokoh kaum musyrikin marah, lalu Abu Jahal berkata, "Demi Allah mati lebih baik bagi kita dari pada hidup.  Tidak adakah di antara kalian, wahai orang Quraisy, seorang yang akan membunuh Muhammad?"  Mereka menjawab, "Tidak ada."  "Kalau begitu, saya yang akan membunuhnya.  Seandainya keluarga Abdul Muthalib akan menuntut balas, biarlah aku yang terbunuh," kata Abu Jahal.  Mereka lalu berkata, "Sesungguhnya jika kamu melakukan itu, maka telah berbuat kebaikan yang selalu diingat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Jahal pergi ke Masjid al-Haram dan melihat Rasulullah saw berthawaf sebanyak tujuh putaran, kemudian beliau salat dan sujud sangat lama.  Kemudian Abu Jahal mengambil batu dan membawanya ke arah kepala Nabi Muhammad saw, ketika dia telah mendekatinya, datanglah unta jantan dari arah beliau dengan membuka mulutnya ke arah Abu Jahal.   Melihat itu, Abu Jahal ketakutan dan dia pun gemetar, maka batu itu jatuh melukai kakinya, kemudian dia pulang dengan muka yang pucat pasi dan berkeringat.  Kawan - kawannya bertanya, "Kami tidak pernah melihat kamu seperti sekarang ini."  Abu Jahal berkata, "Maafkan aku, aku sungguh melihat unta jantan yang membuka mulutnya dari arah Muhammad, ia hampir menelanku, maka aku lempar batu itu dan mengenai kakiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Musa as telah diberi tangan yang keluar darinya cahaya putih.  Apakah Muhammad mempunyai hal seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nabi Muhammad Saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Sesungguhnya telah terpancar dari sebelah kanan dan sebelah kirinya cahaya  setiap kali beliau duduk.  Cahaya itu disaksikan oleh semua orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Musa dapat membuat jalan di laut.  Apakah Muhammad dapat melakukan itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Itu benar.  Nabi Muhammad saw telah berbuat hal yang sama.  Ketika kami keluar dari perang Hunain, kami menghadapi danau yang kami perkirakan sedalam empat belas kali  dari ketinggian badan manusia.  Mereka berkata, "Ya Rasulullah, musuh di belakang kita sedangkan danau di depan kita, seperti yang dikatakan kaum Nabi Musa as, "Kita akan terkejar.""  Kemudian Rasulullah saw turun dan berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau jadikan untuk setiap utusan sebuah bukti,  maka perlihatkan kepadaku kekuasaan-Mu."  Kemudian kami mengarungi lautan dengan menunggangi kuda dan unta yang kakinya tidak basah.  Lalu kami pulang dengan kemenangan."&lt;br /&gt;(Penyalin mengira danau itu danau air asin dekat laut, sebab dalam sejarah perang Hunain disebutkan, bahwa ketika pasukan muslimin terdesak, ada orang yang bilang, "Kaum muslimin akan terdesak sampai ke pesisir laut."  Ada yang tahu lebih jelas?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata,  "Nabi Musa as telah diberi batu, kemudian batu itu mengeluarkan dua belas mata air."   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Ketika Nabi Muhammad saw turun di Hudaibiyah dan diboikot oleh penduduk Mekah, beliau diberi sesuatu yang lebih hebat dari itu.  Pada waktu itu, sahabat - sahabat beliau mengadu kepada beliau.  Mereka kehausan sehingga pangkal tulang paha kuda mereka menonjol.  Kemudian beliau mengambil kain Yaman dan meletakkan tangannya di atas kain itu, lalu keluarah air dari sela - sela jari jemari beliau.  Kami merasa kenyang demikian pula kuda - kuda kami, bahkan kami penuhi kantong - kantong air."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Musa as telah diberi burung dan manisan dari langit (al manna wa salwa').  Apakah Muhammad juga diberi sesuatu yang sama seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya, itu benar.  Nabi Muhammad saw diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Sesungguhnya Allah SWT  menghalalkan  harta rampasan perang untuk beliau dan umatnya, dan tidak dihalalkan untuk siapa pun sebelumnya.  Dan itu lebih utama dari Manna dan Salwa'.  Kemudian lebih dari itu, Allah SWT menganggap niat beliau dan umatnya sebagai amal kebaikan, dan tidak menganggapnya amal kebaikan untuk seseorang sebelum beliau.  Oleh karena itu, jika seseorang hendak berbuat kebaikan tetapi belum mengerjakannya, maka ditulis untuknya suatu kebaikan, dan jika dia mengerjakannya, maka ditulis sepuluh kebaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;bersambung&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109296245051818217?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109296245051818217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109296245051818217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109296245051818217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109296245051818217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/08/perbandingan-antara-nabi-m_109296245051818217.html' title='Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (3) '/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109296215029664716</id><published>2004-08-19T17:30:00.000-07:00</published><updated>2004-08-19T17:35:50.296-07:00</updated><title type='text'>Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (2) </title><content type='html'>&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Ibrahim as, karena dia telah mengetahui Allah Swt dengan perenungan (i'tibar).  Pembuktiannya telah meliputi keimanan terhadap-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya benar.  Nabi Muhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Beliau telah mengenal Allah Swt dengan i'tibar sebagaimana Nabi Ibrahim as.  Namun, Nabi Ibrahim as mengenal Allah dalam usia lima belas tahun sementara Nabi mengenal-Nya semenjak usia tujuh tahun.  Pernah sejumlah pedagang Nasrani datang.  Mereka menurunkan dagangan mereka di antara bukit Shafa dan Marwa.  Sebagian dari mereka melihat Beliau, Muhammad Saw lalu mereka mengetahui sifat, karakter, dan berita akan kebangkitanna sebagai nabi dan mereka mengetahui beberapa mukjizatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang Nasrani itu bertanya   kepada Muhammad Saw, "Wahai anak kecil, siapa namamu?"  Beliau menjawab,"Muhammad."  Mereka bertanya,"Siapakah nama ayahmu?"  Beliau menjawab, "Abdullah."  Mereka bertanya,"Apa nama ini (mereka bertanya sambil menunjuk bumi)?"  Beliau menjawab, "Bumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya, "Apa nama itu (mereka bertanya sambil menunjuk langit)?"  Beliau menjawab, "Langit."  Mereka bertanya, "Siapa yang menciptakan bumi dan langit?"  Beliau menjawab, "Allah."  Lalu Muhammad Saw menyentak mereka, "Apakah kalian meragukanku tentang Allah Swt?  Celaka kamu, wahai Yahudi (Nasrani mungkin?pen)."  Beliau telah mengenal Allah dengan i'tibar pada saat kaumnya kufur, bersumpah dan menyembah patung - patung, tetapi beliau berkata,"Tiada Tuhan selain Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Ibrahim as telah terhijabi dari mata Namrud sebanyak tiga kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya benar.  Namun Nabi Muhammad Saw telah terhijabi dari mata orang - orang yang hendak membunuhnya sebanyak lima kali.  Sama tiga jumlahnya dan bahkan lebih dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima hijab yang dimaksud adalah ketika Allah berfirman, Dan Kami jadikan penutup di hadapan mereka, adalah hijab (penutup) yang pertama.  "Dan dari belakang mereka," adalah hijab yang kedua.  &lt;em&gt;Lalu kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat&lt;/em&gt;, (QS Yaasin:9) adalah hijab yang ketiga.  Hijab yang keempat adalah firman Allah Swt yang berbunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan jika kamu membaca Al-Qur'an, Kami jadikan di antara kamu dan orang - orang yang tidak beriman dengan akhirat sebuah hijab yang menutupi."&lt;/em&gt;  (QS. Al-Isra' : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hijab yang kelima adalah firman Allah Swt yang berbunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah&lt;/em&gt;."  (QS.  Yaasin: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Sesungguhnya Nabi Ibrahim as telah membungkam mulut orang kafir dengan kenabiannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Benar!  Pernah Nabi Muhammad Saw didatangi orang yang mendustakan hari kebangkitan setelah kematian, orang itu adalah Ubai bin Khalaf al-Jumahi, dia membawa tulang yang hancur lalu berkata, "Wahai Muhammad, siapakah yang akan menghidupkan kembali tulang - belulang ini padahal sudah hancur?"  Lalu Allah menurunkan atas Muhammad sebuah ayat yang membungkan mulut orang itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Yang akan menghidupkannya kembali adalah Yang menciptakannya kali pertama.  Dia Maha Mengetahui akan segala sesuatu."&lt;/em&gt;  (QS. Yaasin: 79)&lt;br /&gt;Akhirnya orang itu pun pergi terbungkam.  Orang Yahudi berkata, "Nabi Ibrahim telah menghancurkan patung - patung kaumnya dengan marah karena Allah Swt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya benar.  Nabi Muhammad Saw telah merobohkan tiga ratus enam puluh patung di dalam Ka'bah dan membersihkan semenanjung Arabia dari patung - patung serta mengalahkan orang - orang yang menyembah patung dengan pedang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Ibrahim as pernah dilemparkan oleh kaumnya ke dalam api, tetapi dia pasrah dan sabar, akhirnya Allah menjadikan api itu dingin dan menyelamatkannya.  Apakah Allah berbuat yang sama terhadap Muhammad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya benar.  Ketika Nabi Muhammad pergi ke Khaibar , seorang wanita Khaibar meracuninya, tetapi Allah menjadikan racun itu dingin (tidak bereaksi) di dalam perutnya sampai akhir ajalnya.  Padahal racun itu, jika berada di dalam perut akan membakar seperti api membakar.  Itu adalah kekuasaan-Nya, janganlah kamu mengingkarinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Ya'qub as.  Dia telah mendapatkan nasab yang sangat besar.  Allah menjadikan para Nabi dari tulang rusuknya.  Maryam putri Imran adalah termasuk keturunannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya benar.  Nabi Muhammad mendapatkan nasab yang lebih besar darinya.  Allah menjadikan Fathimah, wanita  penghulu alam raya, sebagai putrinya.  Al-Hasan dan Al-Husain sebagai cucunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Nabi Ya'qub bersabar karena perpisahan putranya sampai - sampai dia hampir sakit parah karena sedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya itu benar.  Nabi Ya'qub benar - benar sedih, namun kesedihannya berakhir dengan perjumpaan.  Tetapi Nabi Muhammad ketika putranya yang tersayang , Ibrahim, diambil selagi beliau masih hidup.  Allah mengujinya agar beliau mendapat simpanan yang besar nanti.  Beliau bersabda, "Jiwa pilu dan hati terluka.  Dan kami sangat sedih atasmu wahai Ibrahim.  Kami tidak mengataan sesuatu yang memurkakan Allah."  Dalam semua itu, beliau mengutamakan kerelaan terhadap Allah Swt dan pasrah kepada-Nya dalam segala perbuatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Yusuf as, dia menyimpan pahitnya perpisahan.  Dia dijerumuskan ke dalam penjara demi menghindari kemaksiatan.  Dia dilemparkan ke dalam lubang yang gelap sebatang kara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali berkata, "Ya, itu benar.  Nabi Muhammad menyimpan pahitnya keterasingan.  Beliau meninggalkan keluarga, anak dan harta untuk berhjrah dari Haramullah (Ka'bah, Mekah).  Ketika Allah melihat kesedihan dan perasaan pilu beliau, Allah memperlihatkan kepadanya sebuah mimpi yang menyamai mimpinya Nabi Yusuf as dalam takwilnya dan Allah membuktikan kebenaran mimpinya kepada seluruh alam raya.  Allah Swt telah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh Allah akan membuktikan Rasul-Nya akan mimpinya yang benar.  Kalian pasti akan masuk Masjid Al-haram dengan kehendak Allah dalam keadaan aman dan kepala kalian digundul atau (rambut kalian) dipotong.  Janganlah kalian takut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Nabi Yusuf ditahan dalam penjara, maka Rasulullah Saw dipenjara di Syi'ib selama tiga tahun.  Beliau diisolir dari sanak famili dan kerabatnya.  Allah Swt telah memperdaya mereka (orang - orang kafir Quraisyi) dengan mengutus makhluk-Nya yang paling lemah (rayap), lalu rayap itu memakan surat perjanjian yang mereka tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Nabi Yusuf dilemparkan ke dalam lubang yang gelap, maka Nabi Muhammad Saw telah menyembunyikan dirinya di dalam gua kerena ulah musuhnya, sampai - sampai beliau berkata kepada sahabatnya, "Janganlah kamu sedih.  Sesungguhnya Allah SWT bersama kita."  Allah memujinya dalam kitab-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;bersambung..&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109296215029664716?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109296215029664716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109296215029664716' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109296215029664716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109296215029664716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/08/perbandingan-antara-nabi-muhammad-saw_19.html' title='Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (2) '/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109166555345920019</id><published>2004-08-04T17:23:00.000-07:00</published><updated>2004-08-04T17:25:53.460-07:00</updated><title type='text'>Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (1)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dari Musa bin Ja'far, dari ayahnya Ja'far Shadiq, dari ayah - ayahnya, dari al-Husain bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib, dikatakan bahwa seorang Yahudi dari Syam pernah membaca Taurat, Zabur, Inil dan kitab - kitab para nabi as, juga banyak mengetahui argumentasi mereka, datang ke sebuah majelis paa sahabat Rasulullah Saw di antara mereka ada Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas dan Abu Ma'bad al-Juhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai umat Muhammad, kalian tidak tinggalkan satu derajat atau satu keistimewaan yang ada pada seorang nabi melainkan kalian berikan pula pada nabi kalian," ujarnya.  Lalu Yahudi itu bertanya,"Apakah kalian akan menjawab pertanyaan - pertanyaanku ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar," jawab Sayyidina Ali.  "Tidaklah Allah SWT memberikan suatu derajat dan keistimewaan kepada seorang nabi atau rasul melainkan Allah berikan juga semuanya kepada Nabi Muhammad Saw, bahkan Dia melebihkannya atas para nabi dengan berlipat ganda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah Anda bersedia menjawab pertanyaanku?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Ya.  Akan aku ceritakan kepadamu sekarang juga tentang keistimewaan Rasulullah Saw sehingga kaum muslimin senang dan orang - orang ragu - ragu (skeptis) tidak akan meragukannya lagi.  Dan Rasulullah Saw pada saat menyebutkan keistimewaan dirinya beliau selalu berkata, "tidak bermaksud bangga" (wa la fakhr)."  Dan aku akan menyebutkan keistimewaan - keistimewaan beliau tanpa menjatuhkan atau mengurangi kedudukan para nabi as.  Namun sekadar mensyukuri Allah Azza Wajalla atas anugerah yang Dia berikan kepada baginda Muhammad Saw seperti yang diberikan kepada para nabi bahkan Allah Swt melebihkan beliau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan bertanya padamu, siapkanlah jawabannya!" ujar si Yahudi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampaikanlah pertanyaanmu, tegas Sayyidina Ali bin Abi Thalib.  Yahudi berkata, "Lihatlah Adam as, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya.  Apakah Allah SWT berbuat yang sama terhadap Muhammad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Ya.  Ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam as bukan berarti mereka menyembah Adam as, tetapi mereka mengakui keutamaan Adam asdan karena kasih sayang Allah kepadanya.  Namun, Muhammad Saw telah diberi kehormatan yang lebih dari itu.  Allah SWT bershalawat atasnya sebagai suatu ibadah bagi orang - orang mukmin.  Itu adalah suatu keistimewaan Muhammad Saw, wahai orang Yahudi." jawab Sayidina Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah mengampuni Adam setelah melakukan kesalahan," kata Yahudi.  "Benar.  Allah memberi ampunan kepada Muhammad tanpa beliau melakukan kesalahan.  Allah Azza Wa Jalla telah berfirman,"Allah hendak mengampunimu dosa yang telah lalu dan yang akan datang."(QS.Al-Fath: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Muhammad Saw di hari kiamat kelak tidak akan membawa dosa dan tidak dituntut karena dosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahudi berkata, "Lihatlah Idris as, Allah telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi dan memberinya makanan surga setelah dia wafat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, itu benar.  Muhammad Saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman,&lt;br /&gt;"Dan telah Kami angkat sebutanmu"(QS. Alam Nasyrah:4)&lt;br /&gt;Itu sudah cukup untuk dijadikan suatu kemuliaan.  Kalau Idris as diberi makanan surga setelah dia wafat, maka Muhammad Saw diberi makanan surga ketika masih hidup di dunia.  Pernah ketika beliau lapar, datang malaikat Jibril menemuinya membawa hidangan dari surga.  Hidangan itu ternyata bertahlil, bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di tangan beliau.  Kemudian beliau memberikannya kepada ahlil baitnya, lalu hidangan itu juga bertahlil, bertahmid dan bertakbir.  Malaikat Jibril berkata bahwa hidangan ini hadiah dari surga yang diberikan Allah SWT khusus kepada Muhammad Saw.  Hidangan ini tidak layak diberikan kecuali kepada Nabi dan penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihatlah Nabi Nuh as.  Dia bersabar karena Allah SWT, dan dia memaafkan kaumnya disaat mereka mendustakannya,"kata si Yahudi.  "Ya, itu benar!" jawab Sayyidina Ali.  "Demikian pula Nabi Muhammad Saw bersabar karena Allah telah memaafkan kaumnya pada saat pada saat mereka mendustakannya, mengusirnya dan melemparinya dengan kerikil.  Abu Lahab pernah meletakkan di atas kepalanya kotoran kambing, lalu Allah memerintahkan malaikat Ja'abil (malaikat penjaga gunung) untuk menemui baginda Muhammad Saw.  Malaikat Ja'abil mengatakan kepada Baginda Muhammad Saw "Aku diperintahkan oleh Allah untuk menaatimu.  Apabila Anda ingin agar aku menghimpit mereka dengan gunung, maka akan aku binasakan mereka," kata Ja'abil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku diutus sebagai rahmat," ucap beliau.  Nabi bahkan mendoakan mereka: "Ya Allah, berilah umatku ini hidayah karena mereka belum mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi itu kembali berkata,"Nabi Nuh as berdoa kepada Tuhannya, lalu turunlah hujan deras dari langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya itu benar.  Nabi Nuh as berdoa dalam keadaan marah sementara hujan deras diturunkan Allah SWT karena kasih sayang," jawab Sayyidina Ali.  "Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, datang penduduk Madinah pada hari Jum'at kepada beliau.  "Wahai Rasulullah, sudah lama hujan tidak turun.  Pohon - pohon menguning (kering), dedaunan berjatuhan ,"keluh mereka.  Lalu beliau mengangkat kedua tangannya sehingga tampak putih lipatan pangkal kedua tangannya.  Langit yang semula bersih tidak berawan tiba - tiba berubah menjadi gelap dan turunlah hujan deras, begitu derasnya sehingga seorang pemuda yang gagah perkasa hampir mati ketika pulang ke rumahnya karena derasnya hujan yang mengakibatkan banjir.  Kejadian itu berlangsung selama seminggu.  Mereka kembali mendatangi beliau pada hari Jumat berikutnya, "Ya Rasulullah, rumah - rumah menjadi hancur, kendaraan dan transportasi terhenti!"keluh mereka lagi.  Beliau tersenyum sejenak,"Beginilah cepatnya manusia bosan,"kata beliau.  Lalu beliau berdoa,  "Ya Allah, jadikanlah ini semua menguntungkan kita dan tidak membahayakan kita."  Maka hujan pun reda di sekitar kota Madinah sedangkan di kota Madinah sendiri hujan berhenti total.  Itulah mukjizat Nabi Muhammad Saw." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Hud as, karena Allah SWT telah menolongnya dengan mengirimkan angin, apakah Allah berbuat yang serupa terhadap Nabi Muhammad?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya itu benar!" jawab Sayyidina Ali.  "Nabi Muhammad Saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Allah juga telah menolongnya dari musuh - musuhnya dengan angin dalam perang Khandaq.  Allah mengirimkan angin kencang sehingga kerikil - kerikil beterbangan, lebih dari itu Allah memperkuat pasukan beliau dengan delapan ribu pasukan malaikat.  Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;"Wahai orang - orang beriman, ingatlah nikmat Allah atas kalian, ketika datang kepada kalian tentara - tentara, lalu Kami kirim kepada mereka angin dan pasukan yang tidak kalian lihat."&lt;br /&gt;(QS. Al-Ahzab: 9)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dengan&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi berkata, "Lihatlah Nabi Shaleh as," ujar Yahudi. "Allah telah menciptakan untuknya seekor unta dari batu sebagai mukjizat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, "Ya, itu benar."  kemudian beliau melanjutkan, "Nabi Muhammad Saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.  Kalau unta nabi Shaleh tidak berbicara dan tidak bersaksi atas kenabiannya, maka ketika kita bersama beliau dalam sebuah peperangan, tiba - tiba datang seekor unta mendekatinya bersuara dan berbicara, "Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulan telah menggunakanku sampai aku besar dan ini dia hendak menyembelihku.  Aku berlindung kepadamu darinya."  Kemudian beliau memanggil pemilik unta itu dan meminta unta darinya.  Orang itu memberikannya kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ketika kami bersama beliau, tiba - tiba datang seorang Arab dari pedalaman menuntun untanya.  Orang pedalaman itu hendak dipotong tangannya karena ulah para saksi yang telah memberikan saksi palsu.  Kemudian unta itu berbicara dengan beliau, "Ya Rasulullah, sesuangguhnya orang ini tidak berdosa.  Para saksi  yang ada ini memberikan kesaksian secara paksa.  Sebenarnya pencuriku adalah seorang Yahudi." &lt;/p&gt;&lt;p&gt;(bersambung)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109166555345920019?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109166555345920019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109166555345920019' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109166555345920019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109166555345920019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/08/perbandingan-antara-nabi-muhammad-saw.html' title='Perbandingan Antara Nabi Muhammad Saw denganPara Nabi as (1)'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109166537868515527</id><published>2004-08-04T17:13:00.000-07:00</published><updated>2004-08-05T19:48:24.486-07:00</updated><title type='text'>Orang Kufah dan Pejalan Kaki</title><content type='html'>Malik Asytar adalah seorang yang bertubuh gemuk dan berperawakan tinggi. Berkali – kali dia diberi kepercayaan untuk memimpin pasukan perang. Peperangan demi peperangan telah membuktikan kepahlawanannya.&lt;br /&gt;Pada suatu hari ia berjalan melewati pasar Kufah dengan berpakaian baju gamis dan surban. Seorang penduduk Kufah memperhatikan langkahnya. Melihat sosok tubuh dengan pakaian yang begitu asing baginya, tiba – tiba terlintas pada diri orang itu suatu rencana busuk yang langsung dia laksanakan. Ia melempar sesuatu kepada Malik dengan tujuan untuk memperolok – olokkan. Namun Malik terus berjalan tanpa menggubris perlakuannya, sampai akhirnya lenyap dari pandangan matanya.&lt;br /&gt;Rupanya ada seseorang yang memperhatikan kelakuan orang Kufah tadi, maka ia pun bertanya kepadanya : “Apakah Kau tidak kenal orang yang Kau lempar tadi?”&lt;br /&gt;“Tidak, dia adalah seorang pejalan kaki yang lewat, seperti halnya orang – orang lain.”&lt;br /&gt;“Ketahuilah, dia adalah Malik Asytar an-Nakha'i, sahabat Amirul Mukminin dan panglima perangnya.”&lt;br /&gt;“Diakah Malik yang apabila singa melihatnya jadi gemetar ketakutan, dan apabila musuhnya mendengar namanya disebut orang, maka berdiri bulu kuduknya?”&lt;br /&gt;“Tepat apa yang kau katakan.”&lt;br /&gt;Menyadari kelakuannya yang kurang senonoh segera orang Kufah itu lari mengejar Malik untuk meminta maaf. Akan tetapi, ia mendapati Malik telah masuk ke sebuah masjid, dan ketika ia sampai di masjid itu, Malik telah mulai melakukan shalat. Ia pun menunggunya sampai selesai. Begitu Malik salam, langsung ia merangkul kedua kakinya seraya menciumnya. Malik pun bertanya,”Apa – apaan ini?”&lt;br /&gt;“Maaf beribu maaf wahai Tuan, atas kekurang ajaranku. Akulah yang tadi mempermainkan Tuan.”&lt;br /&gt;Dengan tenang Malik menjawab, “Oh tidak apa – apa. Demi Allah , saya masuk ke dalam masjid ini justru untuk memintakan ampun bagimu.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan &lt;/strong&gt;: Cerita Bijak Orang Saleh, Srigunting&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama&lt;/strong&gt; : Safinah al-Bihar Madah Syatar, hlm 686&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109166537868515527?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109166537868515527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109166537868515527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109166537868515527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109166537868515527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/08/orang-kufah-dan-pejalan-kaki.html' title='Orang Kufah dan Pejalan Kaki'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109149790045661255</id><published>2004-08-02T18:51:00.000-07:00</published><updated>2004-08-02T18:51:40.456-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.haloscan.com/" title="HaloScan Commenting and Trackback"&gt;Haloscan&lt;/a&gt; commenting and trackback have been added to this blog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109149790045661255?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109149790045661255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109149790045661255' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109149790045661255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109149790045661255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/08/haloscan-commenting-and-trackback-have.html' title=''/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109131694899109931</id><published>2004-07-31T16:28:00.000-07:00</published><updated>2004-07-31T16:35:48.993-07:00</updated><title type='text'>Doa Shabah</title><content type='html'>&lt;div&gt;Doa ini dinamakan Doa Shabah, sebuah doa luhur yang diajarkan Nabi besar Islam, Nabi Muhammad Saw kepada  menantunya, sekaligus murid terbaiknya dalam risalah Nabi, Imam Ali bin Abi Thalib kw. Nabi Muhammad Saw mengajarkan untuk membaca doa ini di pagi hari. Riwayat mengatakan doa ini umumnya dibaca setelah sholat Shubuh dan ada riwayat dari  Sayyid Ibnu Baaki, dibaca setelah sholat sunnah Shubuh. &lt;br /&gt;Dan apakah ada waktu yang lebih baik untuk membaca doa selain di pagi hari? Pagi hari merupakan waktu dimana manusia sekali lagi 'menyapa' dunia dan menyiapkan dirinya untuk menjalankan peribadatan kepada Allah Swt, dari menuntut ilmu hingga mencari nafkah. Mengawalinya dengan doa dapat menumbuhkan keyakinan akan hadirnya pertolongan dan perlindungan Allah Swt dalam seluruh kegiatan yang kita jalani.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bismillaahirrahmaanirrahim&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang&lt;br /&gt;Ya Allah! Wahai Yang mengulurkan lidah pagi dalam ucapan fajarnya,&lt;br /&gt;Mengirimkan serpihan – serpihan malam yang gelap ke dalam redup kegagapannya&lt;br /&gt;Yang menetapkan pembuatan bintang – bintang yang beredar agar tetap pada orbitnya&lt;br /&gt;Dan memancarkan sinar matahari dengan cahayanya yang menyala&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Wahai Yang menunjukkan zat-Nya dengan zat-Nya&lt;br /&gt;Dan suci dari kesamaan makhluk – makhluk-Nya&lt;br /&gt;Dan Maha Mulia, tiada yang menyamai sifat – sifat-Nya&lt;br /&gt;Wahai Yang Dekat pada pikiran yang melintas&lt;br /&gt;Dan jauh dari pandangan mata&lt;br /&gt;Dan mengetahui sebelumnya apa yang akan ada&lt;br /&gt;Wahai Yang telah menidurkanku dalam naungan keamanan dan perlindungan-Nya&lt;br /&gt;Dan membangunkan aku dengan nikmat – nikmat dan kebaikan yang dianugerahkan-Nya&lt;br /&gt;Dan menahan dari padaku cengkeraman kejahatan dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, limpahkanlah kiranya karunia, atas penunjuk jalan (Nabi Muhammad Saw) kepada-Mu di malam yang paling kelam&lt;br /&gt;Ia yang berpegang pada tali kemuliaan yang terpanjang, dari tali-Mu&lt;br /&gt;Yang kemuliaannya terbukti pada puncak bahu – bahu kukuh&lt;br /&gt;Dan yang kakinya berpijak kokoh walaupun di tempat – tempat licin di zaman dahulu&lt;br /&gt;Dan atas keluarganya, yang baik, dan yang terpilih&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Dan bukakanlah bagi kami, ya Allah, daun – daun pintu pagi dan kunci – kunci rahmat dan kemenangan&lt;br /&gt;Kenakanlah kepadaku, Ya Allah, sebaik – baik busana petunjuk dan jubah kebaikan&lt;br /&gt;Tuangkanlah ya Allah dengan kebesaran-Mu pada ku minuman dan mata air kekhusyuan&lt;br /&gt;Alirkanlah, ya Allah, dalam mengingat kebesaran-Mu, air mata dari sudut – sudut mataku !&lt;br /&gt;Dan didiklah aku ya Allah, dengan sifat kecukupan dari segala urusan yang tidak layak dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Tuhanku, apabila tidak kau dahulukan aku dengan rahmat dari-Mu dengan taufik yang baik begiku&lt;br /&gt;Maka siapakah yang dapat membawaku kepada-Mu pada jalan yang jelas?&lt;br /&gt;Jika Engkau biarkan aku hanya bersandar pada harapan dan cita – cita, maka siapakah yang akan menyelamatkan ketergelinciranku dari sandungan hawa nafsu ?&lt;br /&gt;Apabila pertolongan-Mu meninggalkan aku dalam pertempuran melawan hawa nafsu dan syaitan&lt;br /&gt;Maka sungguh pengabaian-Mu itu akan membawa pada kesulitan dan kepapaan &lt;br /&gt;Tuhanku, inilah aku yang datang kepada-Mu, hanya berbekalkan harapan&lt;br /&gt;Atau aku bergantung pada ujung – ujung tali-Mu ketika dosa – dosaku telah mengusirku dari rumah tujuan&lt;br /&gt;Maka betapa buruk kendaraan yang dikendarai jiwaku dengan hawa nafsunya&lt;br /&gt;Celakalah atasnya karena tergoda oleh sangkaan – sangkaan dan hasrat – hasratnya sendiri&lt;br /&gt;Dan kehancuran atasnya karena keberanian terhadap penghulu dan pelindungnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Wahai Tuhanku, aku mengetuk pintu rahmat-Mu dengan tangan harapanku&lt;br /&gt;Aku lari kepada-Mu mencari perlindungan dari hawa nafsuku yang tak terkendali&lt;br /&gt;Dan aku menggantungkan jari – jari cintaku ke ujung tali – tali-Mu&lt;br /&gt;Maka ampunilah Ya Allah, dari ketergelinciran dan kesalahan yang telah aku perbuat&lt;br /&gt;Dan bebaskan aku, dari kejatuhan kerendahanku dan keburukan lencanaku&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau adalah penghuluku, Pelindungku, sandaranku dan harapanku&lt;br /&gt;Dan Engkau adalah tujuan hasratku, tumpuan harapanku, dalam kegundahanku dan kemampuanku&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Tuhanku, bagaimana mungkin Kau usir seorang (pengemis) miskin yang lari meminta pertolongan kepada-Mu dari dosa – dosanya?&lt;br /&gt;Atau mungkinkah Kau kecewakan orang yang mencari petunjuk yang bergegas menuju-Mu?&lt;br /&gt;Atau mungkinkah Kau tolak orang yang kehausan datang ke telaga-Mu untuk minum ?&lt;br /&gt;Sungguh tidak! Karena  telaga-Mu penuh walaupun dalam sulitnya kemarau&lt;br /&gt;Pintu-Mu senantiasa terbuka bagi pencari dan yang hendak masuk&lt;br /&gt;Engkau adalah tuuan permohonan dan tumpuan harapankuTuhanku, inilah kendali – kendali jiwaku aku telah mengikatnya dengan ikatan – ikatan kehendak-Mu&lt;br /&gt;Inilah beban – beban dosaku, telah ku sandarkan pada ampunan-Mu dan rahmat-Mu&lt;br /&gt;Dan inilah hawa nafsuku yang menyesatkan, aku telah limpahkan ke haribaan kebaikan dan kasih sayang-Mu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Maka jadikanlah pagiku ini, Ya Allah penuh dengan cahaya petunjuk&lt;br /&gt;Dan mendapat keselamatan dalam agama dan dunia&lt;br /&gt;Dan jadikan petangku perisai terhadap tipuan musuh – musuh dan perlindungan terhadap rayuan nafsu yang merusak&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu&lt;br /&gt;Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki&lt;br /&gt;Dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki&lt;br /&gt;Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki&lt;br /&gt;Dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki&lt;br /&gt;Di sisi-Mu segala kebaikan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Engkau masukkan malam kepada siang&lt;br /&gt;Engkau masukkan siang kepada malam&lt;br /&gt;Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati&lt;br /&gt;Dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup&lt;br /&gt;Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa batas&lt;br /&gt;Tiada Tuhan selain Engkau ! Maha suci Engkau, bagi-Mu segala pujian&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Siapakah yang mengenal kodrat-Mu kemudian dia tidak takut kepada-Mu?&lt;br /&gt;Siapakah yang mengenal Engkau lalu tidak menyegani-Mu?&lt;br /&gt;Dengan kekuasaan-Mu, Engkau gabungkan yang tercerai berai&lt;br /&gt;Dengan kehalusan-Mu, Engkau belah waktu subuh (malam dan siang)&lt;br /&gt;Dengan kemurahan-Mu, Engkau terangi malam yang kelam&lt;br /&gt;Engkau alirkan dari batu – batu keras air berkilat air tawar dan asin&lt;br /&gt;Dan Engkau kucurkan dari awan, air yang deras tercurah&lt;br /&gt;Dan Engkau jadikan dan bulan sebagai lampu bersinar bagi makhluk-Mu&lt;br /&gt;Tanpa lelah dan tanpa susah dalam apa yang telah Engkau mulai dengannya&lt;br /&gt;Maka, Wahai Yang Memonopoli Kemuliaan dan Keabadian&lt;br /&gt;Dan menundukkan hamba – hamba-Nya dengan kematian dan kepunahan&lt;br /&gt;Limpahkanlah karunia atas Muhammad dan keluarganya yang bertaqwa&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Dengarkanlah seruanku&lt;br /&gt;Kabulkanlah kiranya doaku&lt;br /&gt;Wujudkanlah harapan dan hasratku dengan karunia-Mu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Wahai sebaik – baiknya Dzat yang dimohon untuk menyingkap kesulitan dan harapan dalam keadaan susah dan senang&lt;br /&gt;Pada-Mu kulimpahkan hajatku, maka janganlah Engkau kecewakanku dari mulianya pemberian – pemberian-Mu.&lt;br /&gt;Wahai Yang Maha Pemurah, Wahai Yang Maha Pemurah, Wahai Yang Maha Pemurah&lt;br /&gt;Dengan rahmat Mu Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih&lt;br /&gt;Dan Allah melimpahkan karunia kepada sebaik – baik makhluk-Nya (yaitu) Muhammad dan keluarganya semua&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Kemudian sujudlah dan ucapkanlah (dalam sujudmu))&lt;br /&gt;Tuhan-ku ! Hatiku tertutupi, jiwaku ternodai&lt;br /&gt;Dan akalku terkalahkan, hawa nafsuku menang&lt;br /&gt;Dan ketaatanku sungguh sedikit, maksiatku sungguh banyak&lt;br /&gt;Dan lidahku terbiasa dengan dosa – dosa&lt;br /&gt;Maka bagaimanakah daya upayaku, Wahai Yang Maha Menutupi aib dan noda&lt;br /&gt;Wahai Yang Mengetahui Segala Yang Gaib&lt;br /&gt;Wahai Yang Menyingkap semua duka&lt;br /&gt;Ampunilah semua dosa – dosaku&lt;br /&gt;Demi kehormatan Muhammad dan keluarganya&lt;br /&gt;Wahai Yang Maha Pengampun, Wahai Yang Maha Pengampun, Wahai Yang Maha Pengampun&lt;br /&gt;Dengan Rahmat-Mu Ya Arhamar Rahimin&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama : &lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Doa Harian Nabi Muhammad Saw dan keluarganya, Pustaka Zahra&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109131694899109931?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109131694899109931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109131694899109931' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109131694899109931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109131694899109931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/doa-shabah.html' title='Doa Shabah'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109088845163580122</id><published>2004-07-26T17:31:00.000-07:00</published><updated>2004-07-26T17:34:11.636-07:00</updated><title type='text'>Doa Perlindungan ( Dibaca ketika sujud )</title><content type='html'>Subhaana Dzil Mulki wal Malakuut(i)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mahasuci Allah, yang memiliki segala Kerajaan dan Kekuasaan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Wal-Jabaruuti wal-Kibriyaa i wal-'Azhamah&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kebanggaan, Kebesaran dan Keagungan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;A'udzubika bi-ridhaaka min sakhathik(a)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku berlindung kepada-Mu (Ya Allah) dengan keridhoan-Mu dari kemurkaan-Mu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Wa a'udzu bi-mu'aafatika 'an 'uqubatik(a)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku berlindung pada-Mu (Ya Allah) dengan karunia-Mu dari siksa dan bencana-Mu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Wa a'uudzu bika minka&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku berlindung pada-Mu (atas segala bala dan musibah yang datang) dari-Mu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Laa uh-shi tsanaa'an 'alayka Anta&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku tak dapat menghitung dengan segala pujian dan sanjungan yang kuucapkan pada Dzat-Mu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kamaa ats-nayta 'alaa nafsik(a)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesuai dengan pujian yang telah Engkau berikan pada-Mu atas Dzat-Mu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan : Doa – doa dalam sujud, Alwi husein, Lc , Pustaka Zahra&lt;br /&gt;Sumber Utama&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Kanzu Al-Ummal Juz 8 : 223&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109088845163580122?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109088845163580122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109088845163580122' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109088845163580122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109088845163580122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/doa-perlindungan-dibaca-ketika-sujud.html' title='Doa Perlindungan ( Dibaca ketika sujud )'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-109088828442010803</id><published>2004-07-26T17:22:00.000-07:00</published><updated>2004-07-26T17:31:24.420-07:00</updated><title type='text'>Hakikat Istighfar</title><content type='html'>Di hadapan Imam Ali, seseorang mengucapkan, “Astaghfirullah (Saya memohon ampunan kepada Allah).” Kemudian Amirul Mukminin berkata&amp;nbsp; kepadanya :&lt;br /&gt;“Ibu Anda boleh menangisi Anda; Anda tidak tahu apa makna istighfar. Istighfar dimaksudkan bagi orang – orang yang berkedudukan tinggi. Kata itu berdiri di atas enam pilar yang kokoh.&lt;br /&gt;Pilar – pilar tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, bertaubat atas yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, bertekad bersungguh – sungguh untuk tidak kembali ke perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, memenuhi hak – hak manusia agar Anda menemui Allah dengan jiwa bersih tanpa sesuatu pun yang harus dipertanggung-jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, memenuhi setiap kewajiban yang Anda abaikan di waktu lalu sehingga sekarang Anda dapat berlaku adil atasnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;, berkenaan dengan daging yang tumbuh yang dihasilkan dari pendapatan haram agar Anda meleburkannya dengan kesedihan dan bertaubat sampai kulit menyentuh tulang, dan daging baru tumbuh antara kulit dan tulang tersebut.&lt;br /&gt;Dan &lt;em&gt;keenam&lt;/em&gt;, membiarkan tubuh merasakan perihnya ketaatan sebagaimana dahulunya Anda merasakan manisnya berbuat maksiat.&lt;br /&gt;Dalam keadaan semacam itu, Anda boleh mengatakan, 'Astaghfirullah.'”&lt;br /&gt;(Taubat memiliki beberapa tingkatan. Secara syariat, taubat dapat dilakukan hanya dengan mengamalkan empat syarat pertama. Adapun syarat kelima dan keenam merupakan syarat kesempurnaan taubat dan merupakan hakikat taubat tertinggi.)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan : Kisah – Kisah Bertabur Hikmah Nahjul Balaghah, Penerbit Cahaya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama : Nahjul Balaghah, hikmah ke 426&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-109088828442010803?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/109088828442010803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=109088828442010803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109088828442010803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/109088828442010803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/hakikat-istighfar.html' title='Hakikat Istighfar'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108942910803012692</id><published>2004-07-09T20:09:00.000-07:00</published><updated>2004-07-09T20:11:48.030-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Melihat Allah ... ?</title><content type='html'>Seorang laki-laki bernama Dzi'lib Al-Yamani bertanya: “Dapatkah Anda melihat Tuhanmu, wahai Amir Al-Mukminin?” Jawab Imam Ali r.a.: “Akankah aku menyembah sesuatu yang tidak kulihat?!” “Bagaimana Anda melihat-Nya?” tanya orang itu lagi. Maka beliau pun memberikan penjelasannya. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dia (Allah) takkan tercapai oleh penglihatan mata, tetapi oleh mata-hati yang penuh dengan hakikat keimanan. Ia dekat dengan segalanya tanpa sentuhan. Jauh tanpa jarak. Berbicara tanpa harus berpikir sebelumnya. Berkehendak tanpa perlu berencana. Berbuat tanpa memerlukan tangan. Lembut tapi tidak tersembunyi. Besar tapi tidak teraih. Melihat tapi tidak bersifat inderawi. Maha Penyayang tapi tidak bersifat lunak.&lt;br /&gt;Wajah – wajah merunduk di hadapan keagungan-Nya. Jiwa – jiwa bergetar karena ketakutan terhadap-Nya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama&lt;/strong&gt;	: Nahjul Balaghah&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan&lt;/strong&gt;	: Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108942910803012692?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108942910803012692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108942910803012692' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942910803012692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942910803012692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/bagaimana-melihat-allah.html' title='Bagaimana Melihat Allah ... ?'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108942844731545062</id><published>2004-07-09T19:54:00.000-07:00</published><updated>2004-07-09T20:00:47.316-07:00</updated><title type='text'>Apakah Allah Perlu Ada?</title><content type='html'>Imam ash-hadiq, sebagai salah satu pemuka aliran ketuhanan, berbicara kepada Mufadhdhal bin Ar tentang susunan anggota badan manusia dan ukuran – ukuran yang ditetapkan Allah padanya.  Beliau berkata&lt;em&gt;,”Jika Engkau cermati dan kau gunakan pikiranmu atasnya serta Engkau renungkan, maka Engkau akan mendapati bahwa segala sesuatu darinya telah ditetapkan untuk sebuah fungsi berdasarkan  kebenaran dan kebijaksanaan.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufadhdhal mengatakan, “Maka aku lalu berkata, ' Wahai pemimpinku, ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa hal itu adalah kerja alam.' Maka beliau lalu berkata,&lt;em&gt;'Tanyalah kepada mereka tentang alam tersebut, apakah ia sesuatu yang memiliki ilmu dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan – pekerjaan ini atau tidak?  Jika mereka menjawab “Ya”, maka apa yang menghalangi mereka untuk menetapkan  adanya Yang Mahapencipta?  Sebab itu semua adalah ciptaan-Nya.  Dan jika mereka menjawab  bahwa alam telah membuat pekerjaan – pekerjaan itu tanpa ilmu dan kesengajaan, sedangkan engkau lihat bahwa apa yang diciptakan-Nya itu penuh dengan hal – hal yang tepat dan bijaksana, berarti pekerjaan itu adalah pekerjaan  Pencipta yang Maha Bijaksana, dan apa yang mereka namakan alam itu  adalah sunnah dalam penciptaan-Nya, yang berlaku pada apa yang diciptakan-Nya.'" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama    : Bihar Al Anwar&lt;br /&gt;Sumber Rujukan  : Keagungan Ayat Kursy, Pustaka Hidayah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108942844731545062?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108942844731545062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108942844731545062' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942844731545062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942844731545062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/apakah-allah-perlu-ada.html' title='Apakah Allah Perlu Ada?'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108942800584724986</id><published>2004-07-09T19:47:00.000-07:00</published><updated>2004-07-09T19:53:25.846-07:00</updated><title type='text'>Seorang Yang Tidak Percaya Tuhan</title><content type='html'>Seorang pendukung atheis yang berasal dari Mesir pergi ke Mekah untuk berpartisipasi dalam suatu dialog .  Di sana ia bertemu Imam ash-Shadiq ra.&lt;br /&gt;Imam berkata, "Hendaknya Anda dulu yang mulai mengemukakan pertanyaan!"&lt;br /&gt;Orang Mesir itu tidak berkata apa - apa.&lt;br /&gt;Imam berkata, "Apakah Anda menerima bahwa bumi memiliki sisi atas dan bawah?"&lt;br /&gt;Orang Mesir menjawab, "Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam berkata, "Bagaimana Anda mengetahui bahwa bumi memiliki sisi bawah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mesir menjawab, "Saya tidak tahu, tetapi saya kira tidak ada sesuatu di bawah bumi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam berkata, &lt;em&gt;"Ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak Anda pastikan, imajinasi adalah tanda ketidak mampuan.  Sekarang beritahu saya, apakah Anda pernah berada di angkasa?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mesir berkata, "Tidak pernah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam melanjutkan kata - katanya, &lt;em&gt;"Sungguh aneh, Anda belum pernah ke Barat atau Timur, Anda belum pernah turun ke sisi bawah Bumi atau naik ke Langit, atau melampaui mereka untuk mengetahui apa yang ada di sana, namun Anda serta - merta telah menolak keberadaan sesuatu di sana.  Adakah orang bijak yang menolak segala sesuatu yang tidak diketahuinya?  Padahal Anda menolak wujud Tuhan hanya karena Anda tidak bisa melihat-Nya dengan indera penglihatan."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mesir berkata, "Tak seorang pun yang berbicara seperti ini sebelumnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam berkata, &lt;em&gt;"Jadi pada kenyataannya Anda memendam keraguan tentang wujud; Apakah anda kira Ia mungkin ada dan mungkin tiada?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mesir berkata, "Mungkin begitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam berkata, &lt;em&gt;"Wahai manusia, tangan orang yang tidak mengetahui adalah tangan yang kosong dari semua bukti; orang bodoh tidak pernah memiliki bukti apapun.  Tidakkah Anda melihat matahari dan bulan, siang dan malam bergerak secara teratur dan mengikuti aturan yang pasti?  Jika mereka memiliki pilihannya sendiri, biarkan mereka berbelok dari jalannya, dan apapun yang terjadi, mereka pasti tidak akan kembali.  Mengapa mereka terus menerus kembali?  Jika dalam pergerakan dan perputarannya mereka bebas, mengapa siang tidak menjadi malam dan malam tidak menjadi siang?  Saya bersumpah demi Allah, bahwa mereka tidak memiliki kebebasan untuk memilih dalam gerakannya; Dialah yang memilih fenomena - fenomena ini mengikuti jalan yang telah pasti; Dialah yang memerintah mereka; dan hanya Dialah yang Memiliki semua keagungan dan cahaya yang memancar.“&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mesir berkata, "Apa yang Anda katakan adalah benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam melanjutkan, "&lt;em&gt;Jika Anda membayangkan alam dan waktu membawa manusia menuju ke depan, maka mengapa selanjutnya mereka tidak membawanya kembali ke belakang?  Dan jika mereka membawanya kembali ke belakang mengapa mereka tidak membawanya kembali ke depan?"&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahwa langit dan bumi itu tunduk pada kehendak-Nya.  Mengapa langit tidak roboh menimpa bumi?  Mengapa lapisan - lapisan bumi tidak saling bertabrakan dan mengapa mereka tidak saling menumpuk ke atas untuk menimbun langit?  Mengapa orang - orang yang hidup di bumi tidak saling melekat satu sama lain?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mesir berkata, "Tuhan adalah Allah dan Penguasa langit dan bumi telah melindungi mereka dari keruntuhan dan kehancuran."&lt;br /&gt;Kata - kata Imam telah meyakinkan hati orang itu, hingga ia tunduk pada kebenaran dan menerima Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama&lt;/strong&gt;	: Bihar al-Anwar, III, hal 51 – 53&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan&lt;/strong&gt;	: Mengenal Tuhan dan Sifat – sifat-Nya, Lentera&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108942800584724986?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108942800584724986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108942800584724986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942800584724986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942800584724986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/seorang-yang-tidak-percaya-tuhan.html' title='Seorang Yang Tidak Percaya Tuhan'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108942749887905872</id><published>2004-07-09T19:42:00.000-07:00</published><updated>2004-07-09T19:44:58.880-07:00</updated><title type='text'>Hikmah dari Tenggelam di Laut</title><content type='html'>Suatu kali seseorang bertanya kepada Imam ash-Shadiq ra, untuk membimbingnya kepada Allah. Ia berkata bahwa ia telah dibikin bingung oleh ahli - ahli filsafat.  Imam bertanya, "Apakah Kamu pernah naik kapal?"&lt;br /&gt;Ia menjawab, "Ya."&lt;br /&gt;Imam berkata, "Apakah pernah kapal yang Kamu tumpangi karam dan tidak ada seorang pun menyelamatkanmu dari tenggelam dalam ombak laut yang sangat besar?"&lt;br /&gt;Ia menjawab, "Ya."&lt;br /&gt;Imam bertanya, "Pada bahaya dan kondisi keputusasaan seperti itu, apakah Kamu memiliki perasaan bahwa kekuatan yang tak terbatas dan dahsyat bisa menyelamatkanmu dari nasib burukmu?"&lt;br /&gt;Ia menjawab, "Ya, benar demikian."&lt;br /&gt;Imam berkata, "Allah Yang Maha Penguasa yang menjadi tempat berserah diri semuanya, dan kepadanya manusia mencari pertolongan ketika semua pintu pertolongan tertutup."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama&lt;/strong&gt;	: Bihar Al Anwar ,III, hal 41.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan&lt;/strong&gt;	: Mengenal Tuhan dan Sifat – sifat-Nya, Lentera&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108942749887905872?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108942749887905872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108942749887905872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942749887905872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942749887905872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/hikmah-dari-tenggelam-di-laut.html' title='Hikmah dari Tenggelam di Laut'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108942703634135025</id><published>2004-07-09T19:33:00.000-07:00</published><updated>2004-07-09T19:37:16.340-07:00</updated><title type='text'>Tentang Takdir</title><content type='html'>Seorang lelaki bertanya kepada Amirul Mukminin, “Apakah kepergian kita untuk berperang melawan orang Suriah ditakdirkan Allah?” Amirul mukminin  (Sayyidina Ali) memberikan jawaban yang mendetail yang sebagian darinya adalah sebagai di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Celakalah Anda! Anda menganggapnya sebagai takdir yang terakhir dan tak terelakkan [ yang menurut kami telah dipastikan akan bertindak]. Apabila demikian maka tak ada masalah ganjaran atau hukuman, dan tak akan ada makna atas janji dan peringatan Allah. Allah Yang Mahasuci telah memerintahkan hamba – hamba-Nya untuk bertindak menurut kehendak bebas, dan telah memperingatkan dan mencegah mereka  [dari kejahatan]. Ia telah menempatkan kewajiban – kewajiban ringan kepada meeka dan tidak meletakkan kewajiban – kewajiban berat. Ia memberikan kepada mereka [ganjaran] yang banyak sebagai imbalan atas [ amal perbuatan] yang sedikit. Ia tidak ditaati bukan karena Ia dikalahkan. Ia ditaati, tetapi tidak dengan memaksa. Ia tidak mengutus para Nabi hanya sekadar main – main. Ia tidak menurunkan Kitab bagi manusia tanpa tujuan. Ia tidak menciptakan langit, bumi dan segala yang ada di antara nya dengan sia – sia. “Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang – orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (QS. 38:24)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama&lt;/strong&gt;	: Nahjul Balaghah, Kata – kata mutiara no 78)  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan&lt;/strong&gt;	: Puncak Kefasihan, Lentera&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108942703634135025?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108942703634135025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108942703634135025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942703634135025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108942703634135025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/tentang-takdir.html' title='Tentang Takdir'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108881920366828282</id><published>2004-07-02T18:46:00.000-07:00</published><updated>2006-05-30T21:42:58.366-07:00</updated><title type='text'>Dunia Dalam Kehidupan Para Nabi</title><content type='html'>Sungguh dalam diri Rasulullah saw, terdapat cukup contoh teladan bagimu, serta petunjuk jelas tentang keburukan dunia dan kehinaannya, serta banyaknya buruk laku dan kejahatan yang berlangsung di dalamnya. Oleh sebab itulah beliau dijauhkan darinya, disempitkan baginya segala penjurunya, disapihkan dari air susunya dan dipalingkan dari indah perhiasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila kau ingin, akan kusebutkan pula keadaan Musa kalimullah ketika ia berdoa: “Tuhanku, sungguh aku seorang fakir yang sangat mendambakan kebaikan yang Kauturunkan kepadaku.”(QS 28:24). Demi Allah, tiada yang dimintanya itu lebih dari sepotong roti untuk dimakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi kebiasaannya makan hanya dedaunan yang ditumbuhkan bumi, sedemikian sehingga warna hijaunya tampak membayang di balik kulit perutnya, karena kurusnya yang sangat dan dagingnya yang hampir luruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila kau ingin, akan kusebutkan pula tentang keadaan Daud a.s., si peniup seruling dan pembaca bagi penghuni surga. Ia biasa membuat anyaman tikar dengan tangannya lalu bertanya kepada kawan-kawan bicaranya: “Siapakah di antara kalian yang bersedia menjualkan untukku?” Dari hasil penjualan itulah ia membeli roti untuk makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila kau ingin, akan kesebutkan pula tentang keadaan Isa bin Maryam a.s. Ia menjadikan batu sebagai bantalnya, mengenakan pakaian yang kasar dan makan makanan amat sederhana. Bulan adalah pelitanya di malam hari. Seluruh penjuru dunia, Timur dan Barat, adalah tempat berteduh baginya. Apa saja yang ditumbuhkan bumi untuk makanan ternak dan hewan, adalah bebuahan dan makanan baginya pula. Tiada dimilikinya seorang istri yang dapat membuatnya lalai. Tiada seorang putra yang dapat membuatnya prihatin. Tiada harta yang dapat memalingkan perhatiannya. Tiada ketamakan yang dapat menghinakannya. Kendaraannya adalah kedua kakinya. Pelayanannya adalah kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan contohlah kelakuan Nabimu yang suci (Muhammad) saw. Dalam dirinya terdapat teladan bagi yang ingin meneladan serta hiburan bagi yang membutuhkan hiburan. Dan yang paling dicintai Allah di antara hamba-hamba-Nya ialah orang yang mencontoh Nabi-Nya dan yang menapak bekas langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditolaknya dunia dengan segala kemewahannya dan tidak diberinya perhatian sedikit pun. Beliaulah yang paling ramping pinggangnya di antara para penghuni bumi. Yang paling kosong perutnya dari makanan dunia. Ditawarkan kepadanya kemewahan dunia tetapi ditampiknya. Ia tahu Allah SWT membenci sesuatu, maka ia pun membencinya; menghinakan sesuatu, maka ia pun menghinakannya; meremehkan sesuatu, maka ia pun meremehkannya. Dan sekiranya penyakit yang melanda kita ini tidak lebih daripada kecintaan kita kepada sesuatu yang meremehkan Allah serta Rasul-Nya, dan kekaguman kita kepada sesutu yang diremehkan Allah serta Rasul-Nya, sungguh yang demikian itu sudah cukup menunjukan pembangkangan terhadap Allah dan penyimpangan dari jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi kebiasaan Rasulullah saw, makan di atas tanah, duduk seperti seorang sahaya, menjahit sendiri sandalnya dan menambal bajunya, menunggang keledai tanpa pelana dan memboncengkan orang lain di belakangnya. Adakalanya ia melihat tirai bergambar di depan pintu rumahnya, lalu berkata kepada salah seorang istrinya : “Lepaskan itu ! Bila melihatnya, aku jadi teringat dunia dan kemewahannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, ia berpaling dari dunia dengan hatinya, mematikan penyebutannya dalam dirinya dan menjauhkan kemewahannya dari pandangannya. Yang demikian itu demi tidak menjadikan dunia sebagai “pakaian” mewah bagi dirinya. Atau menganggapnya sebagai tempat menetap, atau mengharapkannya sebagai rumah kediaman. Lalu dikeluarkannya ia dari jiwanya, dijauhkannya dari hatinya dan dilenyapkannya dari pandangannya. Begitulah, barangsiapa membenci sesuatu, ia takkan ingin memandangnya atau mendengar tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cara hidup Rasulullah saw. terdapat cukup petunjuk akan kejahatan dunia dan keburukannya. Beliau seringkali dalam keadaan lapar, betapapun keistimewaan kedudukan beliau di sisi Tuhannya. Digeserkan darinya segala kemewahannya, sedangkan pribadinya begitu dekat kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pemerhati yang mau memperhatikan dengan menggunakan akalnya ? Adalah dengan begitu Allah berkehendak memuliakan Muhammad saw., atau menghinakannya ?! Jika seseorang berkata : “Allah menghendaki” ; maka ia telah berbohong dan mengucapkan kata dusta amat keji. Dan jika ia berkata : “Allah telah memuliakannya” ; maka hendaknya ia menyadari bahwa sesungguhnya Allah menghendaki kehinaan bagi orang-orang selain beliau, yang bagi mereka telah dibentangkan kemewahan dunia ini, di saat Ia menggeserkannya dari beliau, orang terdekat-Nya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogianyalah orang mengambil teladan Nabinya, mengikuti jejaknya dan memasuki tempat ia masuk. Atau, jika tidak, janganlah ia merasa aman dari kehancuran. Bukankah Allah SWT telah menjadikan Muhamad saw. sebagai tanda mendekatnya Hari Kiamat, yang menggembirakan dengan surga bagi yang taat dan mempertakuti dengan hukuman kepada yang bermaksiat ?! Ia keluar dari dunia ini dalam keadaan “ringan” dan mendatangi akhirat dengan keselamatan. Tiada ia pernah menumpuk bata di atas bata sampai ia pergi memenuhi panggilan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah besar anugerah Allah dengan melimpahkan nikmat kehadiran beliau di antar kita, sebagai pendahulu yang kita ikuti jejaknya dan pemimpin yang kita turuti tapak kakinya. Demi Allah, begitu seringnya kusuruh tambalkan bajuku ini, sehingga aku merasa malu kepada si tukang tambal. Pernah seseorang berkata kepadaku : “Tidakkah sebaiknya Anda campakkan saja baju itu ?” “Enyahlah,” jawabku, “Orang-orang yang meneruskan perjalanan di malam hari akan bersuka cita bila pagi hari tiba.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Mutiara Nahjul Balaghah , Mizan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108881920366828282?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108881920366828282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108881920366828282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108881920366828282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108881920366828282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/dunia-dalam-kehidupan-para-nabi.html' title='Dunia Dalam Kehidupan Para Nabi'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108881884603537002</id><published>2004-07-02T18:40:00.000-07:00</published><updated>2004-07-02T18:40:46.036-07:00</updated><title type='text'>Tentang Ruh</title><content type='html'>Dua orang Nasrani bertanya kepada sayyidina Ali “Wahai Ali. Jelaskan apa perbedaan antara cinta dan benci, padahal sumbernya satu ? Apa perbedaan antara ingatan dan lupa, padahal sumbernya satu ? Dan apa perbedaan antara mimpi yang benar dengan mimpi yang bohong, padahal sumbernya satu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali menjawab, “Sesungguhnya Allah SWT menciptakan ruh-ruh sebelum badan-badan dua ribu tahun, lalu ruh-ruh itu ditempatkan di udara. Oleh karenanya, ruh-ruh yang di sana berjumpa, maka di sinipun akan bersatu saling sayang, dan ruh-ruh yang disana tidak berjumpa, maka di sinipun akan berpisah dan saling benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menciptakan Adam as dan menciptakan pada hatinya sebuah penutup, maka ketika ada sesuatu yang lewat sementara hati terbuka, maka dia akan ingat dan hafal, dan ketika sesuatu itu lewat sementara hati tertutup, maka dia akan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah SWT menciptakan ruh dan menciptakan untuknya penguasa yaitu nafsu, kemudian ketika seorang hamba tidur, maka ruh keluar dan nafsunya tetap, lalu lewatlah sekelompok malaikat dan sekelompok jin, maka mimpi yang benar dari malaikat, sedangkan mimpi yang bohong dari jin.” Kemudian dua orang Nasrani tersebut masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber	: Mengungkap Untaian Kecerdasan Sayidina Ali, Al Jawad&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108881884603537002?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108881884603537002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108881884603537002' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108881884603537002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108881884603537002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/tentang-ruh.html' title='Tentang Ruh'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108881866464373242</id><published>2004-07-02T18:37:00.000-07:00</published><updated>2004-07-02T18:37:44.643-07:00</updated><title type='text'>Tentang Hadis – Hadis Yang Diriwayatkan Dari Nabi saw</title><content type='html'>Seorang laki – laki menanyakan tentang hadis – hadis bid'ah (yang dibuat – buat), dan perbedaan – perbedaan dalam periwayatannya.  Maka Imam Ali r.a. menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hadis – hadis yang beredar di kalangan orang banyak, ada yang haqq dan ada yang bathil.  Yang benar dan yang bohong.  Yang nasikh (lebih baru) dan yang mansukh (sudah kadaluwarsa, tergantikan dengan hadis yang lebih baru).  Ada yang muhkam (jelas) dan yang mutasyabih (samar).  Ada yang benar – benar dihapal (dari Rasulullah saw.) dan ada pula yang hanya “hasil angan – angan” orang.  Dan telah ada yang memalsukan ucapan beliau di masa hidupnya, sehingga beliau pernah menyatakan dalam sebuah pidatonya: “Barang siapa membuat kebohongan mengenai aku, hendaknya ia bersiap – siap mendiami tempatnya di neraka ...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang – orang yang menyampaikan hadis Rasulullah saw, tercakup dalam empat golongan, tidak ada kelimanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, seorang munafik yang menampakkan keimanan dan berpura – pura dalam keislaman.  Tak pernah takut atau merasa ngeri berbohong secara sengaja tentang Rasulullah saw.  Maka sekiranya orang – orang lain tahu bahwa ia seorang munafik pendusta, niscaya mereka takkan mau mempercayai ucapannya.  Tetapi mereka (hanya) berkata: “Ia itu adalah 'sahabat' Rasulullah, telah bertemu dengan beliau, mendengar dari beliau dan belajar dari beliau ...”  Lalu mereka mempercayainya dan berpegang pada ucapan yang disampaikannya.  Padahal Allah SWT telah memberi tahu kamu tentang orang – orang munafik ini, dan menjelaskan sifat – sifat mereka dengan sejelas – jelasnya.  Kemudian  setelah Rasulullah wafat, mereka mendekatkan diri kepada pemimpin – pemimpin sesat, yang mengajak ke neraka dengan kepalsuan dan kebohongan mereka yang amat keji.  Orang – orang ini pun melimpahkan jabatan – jabatan penting untuk mereka, serta menjadikan mereka penguasa – penguasa atas rakyat banyak, dan akhirnya, secara bersama – sama mereka melakukan korupsi dan manipulasi ... Dan memang manusia selalu dekat kepada para raja dan (kemewahan) dunia, kecuali sedikit, yaitu mereka yang memperoleh penjagaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang (munafik) seperti itulah, satu dari empat orang (yang meriwayatkan hadis Rasulullah saw.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, seorang yang mendengar sesuatu dari Rasulullah saw namun ia tidak menghapalnya dengan semestinya, lalu ia ragu dan keliru, kendatipun ia tidak sengaja berbuat bohong.  Dan ia berpegang padanya, merawikannya dan menerapkannya, seraya berkata: “Aku telah mendengarnya dari Rasulullah saw.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sekiranya kaum muslim tahu bahwa ia telah tersalah dalam hal itu, niscaya mereka tidak akan menerima dan membenarkannya.  Bahkan sekiranya ia sendiri menyadari kekeliruannya, pasti ia akan menolaknya juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, seorang yang mendengar suatu ucapan Rasulullah saw, ketika beliau memerintahkan sesuatu, tetapi di saat lain, beliau membatalkan perintah itu dan bahkan melarangnya, sedangkan orang itu tidak mengetahuinya.  Atau ada kalanya beliau melarang sesuatu, kemudian, di saat lain, beliau memerintahkan untuk mengerjakannya, sedangkan orang itu tidak mengetahuinya.  Dengan demikian ia hapal yang mensukh dan tidak hapal yang nasikh.  Maka sekiranya ia mengetahui bahwa hal itu sudah di-mansukh-kan, pasti ia pun akan menolaknya.  Dan sekiranya kaum muslim, ketika mendengar dari orang tersebut, mengetahui bahwa hal itu sudah dimansukh-kan, niscaya mereka pun akan menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, seorang jujur yang tidak berbuat dusta dan tidak memalsukan sesuatu dari Allah maupun rasul-Nya.  Ia sangat membenci kebohongan karena ia takut kepada Allah, dan sangat menghormati Rasulullah saw.  Ia tidak keliru dan tidak pula tersalah.  Bahkan ia benar-  benar hapal semua yang ia dengar menurut semestinya.  Lalu ia menyampaikannya tepat seperti ia telah mendengarnya.  Tiada ia menambahkan sesuatu padanya dan tidak pula ia menguranginya.  Ia juga hapal yang nasikh dan mengamalkannya.  Dan (hapal) yang mansukh, lalu menghindarinya.  Ia pun mengetahui hadis yang berlaku secara umum atau khusus.  Maka ia meletakkan segala sesuatu di tempatnya (yang benar).  Dan ia pun pandai membedakan antara yang muhkam dan yang mutasyabih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, adakalanya ucapan – ucapan Rasulullah saw. itu memiliki arti dua segi.  Yaitu ucapan yang bersifat khusus,  dan yang bersifat umum.  Maka sebagian orang mendengarnya, sedangkan ia tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Rasulullah saw.  Lalu si pendengar membawanya dan menyiarkannya tanpa benar – benar memahami apa artinya, apa yang dimaksud dan mengapa ia diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak semua sahabat Rasulullah saw. mampu, (atau mudah) bertanya dan minta penjelasan dari beliau.  Sampai – sampai mereka seringkali merasa senang bila seorang Badwi (orang Arab pegunungan)  atau pendatang baru bertanya kepada beliau, karena dengan begitu, mereka pun dapat mendengar penjelasan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun aku, tiada suatu persoalan melintas, melainkan pasti kutanyakan kepada beliau, lalu aku menghapalnya baik – baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah segi – segi penyebab timbulnya perbedaan – perbedaan pada sahabat ataupun cacat – cacat dalam riwayat mereka.&lt;br /&gt;(Sumber: Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108881866464373242?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108881866464373242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108881866464373242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108881866464373242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108881866464373242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/tentang-hadis-hadis-yang-diriwayatkan.html' title='Tentang Hadis – Hadis Yang Diriwayatkan Dari Nabi saw'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108881844652896850</id><published>2004-07-02T18:29:00.000-07:00</published><updated>2004-07-02T18:34:06.526-07:00</updated><title type='text'>Keesaan Tuhan dan Sifat-sifat-Nya</title><content type='html'>Imam Husain berkata , “Wahai sekalian manusia, takutlah kalian dari kaum al-Mariqah, yaitu orang – orang yang menyerupakan Allah dengan diri – diri mereka. Mereka itulah yang menyerupai perkataan  orang yang kafir dari ahli kitab. Dialah Allah yang tiada satupun menyerupai-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat.Pandangan mata tidak dapat melihat-Nya tetapi Dialah yang melihat segala pandangan. Dialah Yang Mahalembut dan Mahamengetahui. Sucilah Dia dalam wahdaniyah-Nya. Murnilah Ia dalam jabarut-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menetapkan kehendak, iradah, kudrat dan ilmu-Nya dengan keberadaan-Nya. Tiada yang membantah satu pun dari urusan-Nya, tiada setara yang menandinginya, tiada lawan yang menentang-Nya, tiada tandingan yang menyerupai-Nya, tiada serupayang membentuk-Nya. Segala urusan tidak mengubah-Nya, segala keadaan tidak mempengaruhi-Nya dan segala kejadian tidak menurunkan-Nya.&lt;br /&gt;Orang – orang yang menyifati-Nya tidak mampu mengetahui hakikat keagungan-Nya. Kesempurnaan jabarut-Nya tak pernah terlintas di hati. Tak ada yang menandingi-Nya dalam segala sesuatu. Para ulama dengan kecerdasannya tidak bisa mengetahui-Nya, begitu pula para ahli pikir dengan pemikirannya, kecuali dengan membenarkan hal ini sebagai keimanan kepada kegaiban. Karena Dia tidak bisa disifati dengan satu pun sifat – sifat makhluk. Dia Mahaesa dan tempat bergantung segala sesuatu. Apa yang digambrkan dalam imajinasi berbeda dengan hakikat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bukanlah Tuhan yang disampaikan dengan kefasihan bahasa. Dia bukanlah sesembahan di udara atau selainnya.  Dia berada dalam segala sesuatu, namun tidak bergabung dalam keberadaan itu. Dia terpisah dari segala sesuatu, namun tidak gaib dengan keterpisahan itu.  Lawan-Nya tak kuasa membandingkan-Nya. Sekutu-Nya tak mampu menyamai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keqidaman-Nya tidak berwaktu dan tujuan-Nya tidak berakhir. Dia terhijabkan oleh akal sebagaimana Dia terhijabkan oleh penglihatan. Dia juga terhijabkan dari penghuni langit, seperti halnya penghuni bumi.  Dekaat dengan – Nya adalah kemuliaan dan jauh dari-Nya adalah kehinaan. “Di” tidak menempatkan-Nya, “Saat” tidak mewaktukan-Nya, dan “Jika” tidak mewaktukan-Nya.Ketinggian-Nya tanpa harus naik ke atas dan kedatangan-Nya tanpa harus berpindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengadakan yang hilang dan menghilangkan yang ada. Tidak mungkin dua sifat  bisa berkumpul dalam waktu yang sama pada selain-Nya. Dari-Nya pikiran menemukan keimanan akan keberadaan-Nya. Keberadaan iman bukan keberadaan sifat. Dengan-Nyalah segala sifat disifatkan, tapi Dia tidak dapat disifatkan dengan sifat – sifat. Dengan-Nya segala makrifat diketahui, tetapi bukan dengan makrifat – makrifat Dia diketahui. Itulah Allah. Tak ada yang senama dengan-Nya. Mahasuci Dia. Tak ada sesuatupun menyerupai-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama	: Tuhaf al-'Uqul 'an ali al-Rasul&lt;br /&gt;			  Kalimat al-Imam al-Husain&lt;br /&gt;Sumber Rujukan	: Mukhtasar Shahifah Husainiyyah, Muthahhari Press  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108881844652896850?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108881844652896850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108881844652896850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108881844652896850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108881844652896850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/07/keesaan-tuhan-dan-sifat-sifat-nya.html' title='Keesaan Tuhan dan Sifat-sifat-Nya'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108841528466238268</id><published>2004-06-28T02:31:00.000-07:00</published><updated>2004-07-01T19:55:03.176-07:00</updated><title type='text'>Nasihat untuk Kumail bin Ziyad</title><content type='html'>Berkata Kumail bin Ziyad An-Nakha'iy: "Pada suatu hari, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib menggandeng tanganku dan membawaku ke suatu tempat pekuburan.  Sesampainya di sana, ia menarik napas panjang dan berkata kepadaku:&lt;br /&gt;	“Wahai Kumail, sesungguhnya kalbu manusia itu seperti wadah, yang terbaik darinya ialah yang paling rapi menjaga segala yang disimpan di dalamnya.  Maka ingatlah apa yang kukatakan kepadamu:&lt;br /&gt;	Manusia itu ada 3 macam: Rabbaniy yang berilmu; atau orang yang senantiasa belajar dan senantiasa belajar dan selalu berusaha agar berada di jalan keselamatan; atau - selebihnya - adalah orang - orang awam yang bodoh dan picik, yang mengikuti semua suara - yang benar maupun yang batil - bergoyang bersama angin yang mengembus, tiada bersuluh dengan cahaya ilmu dan tiada melindungkan diri dengan "pegangan" yang kuat - kuat.&lt;br /&gt;	Wahai Kumail, ilmu adalah lebih utama daripada harta.  Ilmu menjagamu, sedangkan kau harus menjaga hartamu.  Hartamu akan berkurang bila kaunafkahkan, sedangkan ilmu bertambah subur bila kaunafkahkan.  Demikian pula budi yang ditimbulkan dengan harta akan hilang dengan hilangnya harta.&lt;br /&gt;	Wahai Kumail, makrifat ilmu seperti juga agama, merupakan pegangan hidup yang terbaik.  Dengannya orang akan beroleh ketaatan dan penghormatan sepanjang hidupnya serta nama harum setelah wafatnya.  Ilmu adalah hakim dan harta adalah sesuatu yang dihakimi.&lt;br /&gt;	Wahai Kumail, kaum penumpuk harta - benda telah "mati" di masa hidupnya, sedangkan orang - orang yang berilmu tetap "hidup" sepanjang masa.  Sosok tubuh mereka telah hilang, namun kenangan kepada mereka tetap di hati.&lt;br /&gt;	Ah ..., di sini (sambil menunjuk ke arah dadanya sendiri) tersimpan ilmu yang banyak sekali ... sekiranya kujumpai orang - orang yang mau dan mampu "memikulnya"!&lt;br /&gt;	Memang, telah kudapati orang - orang yang cerdas akalnya, tapi ia tak dapat dipercaya.  Seringkali memperalat ilmu agama untuk kepentingan dunia, menindas hamba - hamba Allah dengan anugerah nikmatnya yang dikaruniakan atas dirinya, dan memaksakan pendapatnya atas orang - orang kecintaan Allah.  Atau kudapati seseorang yang sangat patuh kepada para pembawa kebenaran, tetapi tidak memiliki kearifan untuk menembus pelik - peliknya, sehingga hatinya mudah goyah setiap kali keraguan - walaupun sedikit - melintas di depannya.&lt;br /&gt;	Tidak!  Bukan yang "ini" atau yang "itu"!&lt;br /&gt;	Juga bukan seseorang yang amat rakus mencari kelezatan hidup, yang mudah dikendalikan hawa nafsu.  Atau yang gemar mengumpul dan menyimpan harta.  Tiada keduanya patut termasuk di antara para gembala agama, tapi justru lebih dekat kepada binatang ternak yang digembalakan untuk mencari makan.  Begitulah ilmu menjadi "mati" dengan kematian para pembawanya.&lt;br /&gt;	Meskipun demikian .... demi Allah, bumi ini takkan pernah kosong dari petugas Allah pembawa hujjah-Nya, baik ia yang tampak dan dikenal atau yang cemas terliput kezaliman atas dirinya.  Sehingga - dengan demikian - tiada kan pernah menjadi batal hujjah - hujjah Alah dan tanda - tanda kebenaran-Nya.&lt;br /&gt;	Namun berapakah ...  dan dimanakah mereka ... ?  Sungguh mereka itu teramat sedikit jumlahnya tetapi teramat agung kedudukannya di sisi Allah.  Dengan merekalah Allah menjaga hujjah - hujjah dan tanda - tanda-Nya, sampai mereka menyerahterimakannya kepada orang - orang yang berpadanan dengan mereka, dan menanamkannya di hati orang - orang seperti mereka.&lt;br /&gt;	Hakikat "ilmu" menghujam dalam  lubuk kesadaran nurani mereka.  Sehingga tindakan mereka berdasarkan "ruh" keyakinan.  Hidup berzuhud, yang dirasa keras dan sulit bagi  kaum yang suka bermewah - mewah, bagi mereka terasa lembut dan lunak.  Hati mereka tenteram dengan segala yang justru menggelisahkan orang - orang jahil.  Mereka hidup di dunia ini dengan tubuh - tubuh yang "tersangkut di tempat - tempat yang amat tinggi ..."&lt;br /&gt;	Mereka itulah khalifah - khalifah Allah di bumi-Nya yang menyeru kepada agama-Nya ...  &lt;br /&gt; 	Ah ... sungguh sangat besar rinduku bertemu dengan mereka!&lt;br /&gt;Kini pulanglah (wahai Kumail), bila Anda ingin. “ &lt;br /&gt;Sumber Rujukan :Mutiara Nahjul Balaghah, Mizan&lt;br /&gt;Sumber Utama   :Nahjul Balaghah&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108841528466238268?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108841528466238268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108841528466238268' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108841528466238268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108841528466238268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/06/nasihat-untuk-kumail-bin-ziyad.html' title='Nasihat untuk Kumail bin Ziyad'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108841439174840189</id><published>2004-06-28T02:09:00.000-07:00</published><updated>2004-06-28T02:19:51.746-07:00</updated><title type='text'>Imam Ash-Shadiq dan Rombongan Ulama</title><content type='html'>Sufyan ats-Tsauri datang ke rumah Imam Ja'far ash-Shadiq.  Didapatinya Imam mengenakan pakaian indah serba putih. Kemudian berkatalah Sufyan kepadanya:"Ini bukanlah pakaian Tuan.  Tidak patut Tuan melumuri diri dengan perhiasan dunia yang fana ini.  Seyogyanya Tuan hidup secara zuhud dan menghiasi diri dengan takwa".&lt;br /&gt;Imam Ash-Shadiq menyahut,"Dengarkanlah perkataanku.  Sesungguhnya bermanfaat bagimu di dunia dan di akhirat, jika kamu mati dalam berpegang dalam Sunnah dan kebenaran dan tidak mati dalam keadaan berbuat bid'ah.  Mungkin terlintas di matamu keadaan Rasulullah  dan para sahabatnya  yang sangat sederhana ketika itu.  Ketahuilah bahwa Rasulullah itu hidup di zaman yang gersang.  Tapi apabila dunia sudah dihidangkan kepada manusia, maka yang lebih berhak atasnya ialah orang - orang yang taat, bukan orang - orang yang ingkar; orang - orang yang beriman, bukan orang - orang munafik; dan orang - orang Islam bukan orang - orang kafir.  Wahai Tsauri, apa yang Engkau ingkari atasku.  Demi Allah, sesungguhnya sekalipun Aku berpakaian indah seperti yang Kau lihat, namun sejak Aku dewasa, pagi ataupun petang kapan saja bila  pada hartaku terdapat sesuatu yang harus Aku berikan pasti Aku berikan."&lt;br /&gt;Lalu keluarlah Sufyan dari rumah Imam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.  Berikutnya, sekelompok orang masuk ke dalam rumah Imam.  Mereka adalah orang - orang yang zuhud dan mengajak manusia agar mengikuti jejak mereka, hidup dalam kesengsaraan.&lt;br /&gt;Mereka berkata pada Imam: "Sahabatku Tsauri telah kehabisan alasan."&lt;br /&gt;"Kamu sekalian punya alasan?  Kemukakanlah," seru Imam.&lt;br /&gt;Lalu berkatalah mereka:"Alasan kami adalah merupakan kesimpulan ayat al-Quran."&lt;br /&gt;"Kemukakanlah ayat itu, sesungguhnya ayat al-Quranlah yang paling patut dianut dan dilaksanakan."&lt;br /&gt;"Allah menceritakan tentang sekelompok orang - orang yang dekat dengan Rasulullah. Mereka mengutamakan kaum Muhajirin atas diri mereka walaupun mereka sendiri dalam kesusahan. Barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya, meka mereka termasuk orang - orang yang  beruntung.(QS Al-Hasyr : 9) Di ayat lain Allah pun berfirman:Dan mereka memberi makan kepada orang - orang miskin, anak - anak yatim dan para tawanan dengan makanan yang mereka sukai."(QS Ad-Dahr : 8)&lt;br /&gt;Kemudian berdirilah seorang di antara mereka, lalu berkata: "Aku sama sekali tidak melihat Engkau zuhud dalam soal makanan yang baik tetapi Engkau memerintahkan orang untuk zuhud dalam harta mereka, sehingga engkaulah yang bersenang-senang dengan harta itu."&lt;br /&gt;Imam berkata:"Tinggalkanlah apa yang tidak bermanfaat.  Katakanlah kepadaku, apakah kalian mengetahui ada nasikh - nasikh dan ayat muhkamat serta mutasyabihat di dalam al-Quran, yang dalam hal itu banyak sekali umat yang tersesat dan celaka?"&lt;br /&gt;Kata Imam Ash-Shadiq selanjutnya:"Dari sinilah kamu tertimpa bencana.  Adapun yang kamu sebutkan kepadaku tentang perlakuan orang - orang Anshar terhadap orang - orang Muhajirin, itu memang orang baik, tapi  itu merupakan hal yang mubah.  Di waktu itu mereka tidak dilarang melakukannya.  Mereka mendapat pahala dari Allah karenanya.  Hal itu, karena kemudian Allah menyuruh dengan suruhan yang dikerjakan, maka suruhan Allah itu merupakan Nasikh (penghapus) dari perbuatan mereka, sedang larangan-Nya merupakan petunjuk bagi orang yang beriman.  Maksudnya agar mereka beserta  keluarga mereka tidak tertimpa bahaya, karena di antara mereka ada anak - anak kecil yang lemah dan ada orang - orang tua yang tak tahan lapar.  Seandainya Aku bersedekah sepotong roti padahal Aku tak punya roti selain itu, maka mereka akan binasa kelaparan.  Oleh karena itu Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Barang siapa yang ingin menafkahkan kurma, roti, dinar atau dirham yang dimilikinya, maka yang paling utama untuk diberi nafkah ialah kedua orang tuanya dan kedua: dirinya sendiri beserta orang yang menjadi tanggungannya.  Yang ketiga: para kerabat dan saudara - saudaranya yang mukmin.  Yang keempat: para tetangganya yang miskin, dan yang kelima: untuk kepentingan di jalan Allah, itulah nafkah yang mendapat pahala terbaik."&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah mendengar salah seorang penduduk Madinah menafkahkan seluruh hartanya pada detik - detik terakhir menjelang kematiannya, padahal dia mempunyai anak kecil, beliau berkata: "Seandainya kalian memberitahukan kepadaku, tak akan kubiarkan kalian menguburnya di pemakaman umat Islam.  Dia telah menjadikan anak - anak terlantar dan meminta - minta."&lt;br /&gt;Kemudian Imam Ash-Shadiq berkata,"Ayahku , Al-Baqir memberitahukan kepadaku, bahwa Rasulullah pernah bersabda:'Orang yang pertama kali patut dinafkahi ialah orang yang terdekat, kemudian terdekat'."&lt;br /&gt;Ia melanjutkan perkataannya: "Lain dari itu al-Quran pun menolak perkataan kalian dan melarang perbuatan kalian.  Allah berfirman: Dan orang - orang yang apabila membelanjakan hartanya tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir.  Pembelanjaan yang baik adalah yang pertengahan.(QS Al Furqan:67)  Di ayat lain Allah berfirman: 'Sesungguhnya Ia tak suka kepada orang - orang yang berlebih - lebihan .'(QS.Al-An'am:141 dan Al-A'raf:31)  Jadi Allah melarang kaum muslimin berlebih - lebihan dan berlaku kikir.  Allah tidak membenarkan seseorang menafkahkan seluruh kekayaannya, sementara dia berdoa kepada-Nya agar diberi-Nya rezeki.  Allah tidak mengabulkan doanya!  Sesuai dengan hadis Nabi yang menyatakan:"Sesungguhnya ada beberapa golongan dari umatku yang tidak dikabulkan doanya, yaitu:&lt;br /&gt;Pertama  : Orang yang mendoakan kejelekan buat orang tuanya.&lt;br /&gt;Kedua    : Orang yang mendoakan kejelekan buat orang yang berpiutang. Pengutang itu pergi membawa harta si pemberi utang, tapi tidak mau menuliskan dan tidak sudi menjadi atasnya.&lt;br /&gt;Ketiga	 : Orang yang mendoakan kejelekan buat istrinya, padahal Allah telah menyerahkan nasib wanita itu kepadanya.&lt;br /&gt;Keempat  : Orang yang duduk ongkang - ongkang di rumah sambil berdoa memohon rezeki kepada Tuhannya, tanpa melakukan suatu usaha.  Allah ta'ala berfirman: Hai hamba - hambaKu bukankah Aku memberikan jalan kepadamu untuk mencari rezeki dan berusaha dengan anggota tubuh yang sehat, sehingga kamu tidak tercela di hadapan-Ku dalam meminta karunia, karena kamu menunaiklan perintah-Ku; dan juga agar kamu tidak menjadi beban atas keluargamu.  Selanjutnya, jika Aku menghendaki,	maka Aku beri rezeki 	kepadamu; dan jika Aku menghendaki maka Aku tak memberikan rezeki kepadamu, tapi kamu tidak lagi tercela di sisi-Ku. &lt;br /&gt;Kelima   : Orang yang dikaruniai Allah harta yang benyak kemudian menafkahkan seluruh hartanya itu.  Lalu ia berdoa kepada Allah memohon rezeki lagi, sehingga Allah berfirman: Bukankah Aku telah memberimu rezeki yang luas?  Mengapa engkau tidak hemat dengan hartamu sebagaimana Aku perintahkan, dan mengapa kamu berlebih-lebihan padahal yang demikian itu Aku larang?&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah mengajarkan Nabi-Nya sebagaimana seharusnya membelanjakan harta.  Pernah beliau menafkahkan sejumlah emas. Karena tidak senang ada emas sedikit pun di rumahnya, maka dalam sehari itu beliau menyedekahkan semua emas yang ada padanya.  Pada hari berikutnya beliau didatangi seseorang yang hendak memohon pertolongan, ternyata tak ada sesuatu pun yang dapat diberikan kepadanya.  Karena itu amat sedihlah hati Rasulullah.  Ketika itu turun ayat: Dan janganlah kau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula kau terlalu mengulurkannya maka kamu akan menjadi tercela dan menyesal.(QS Al-Isra':29)  Ayat ini menguatkan apa yang terkandung dalam hadis Nabi tadi.&lt;br /&gt;Ketika Abu Bakar dalam keadaan kritis menjelang wafatnya beliau diminta supaya berwasiat, maka Beliau berkata: "Saya berwasiat seperlima hartaku, dan seperlima adalah banyak.  Sesungguhnya Allah ridha dengan seperlima."&lt;br /&gt;Abu Bakar mewasiatkan seperlima hartanya, meski sebenarnya Allah memberinya kemampuan untuk berwasiat sepertiga.  Sekiranya Abu Bakar berpendapat bahwa berwasiat sepertiga itu lebih baik, tentu sekian itulah yang  beliau lakukan.&lt;br /&gt;Hal seperti itu terjadi pula pada diri Salman dan Abu Dzar yang dikenal dengan orang zuhud dan Wara'.  Setiap kali Salman mengambil bayarannya, ia selalu menyisihkan makanan untuk satu tahun, disimpan sampai datang bayaran berikutnya.  Bertanyalah seseorang kepadanya:"Hai Abu Abdillah, Engkau adalah orang Zuhud, tapi mengapa Engkau berlaku demikian? Padahal Engkau tidak tahu apakah akan mati sekarang atau besok hari."&lt;br /&gt;Ia menjawab: "Mengapa Kamu mengharapkan Aku segera mati?  Apakah Kamu tidak mengerti bahwa tiap - tiap jiwa itu ada sepertiga bagian, sehingga jika sedang ditimpa kesusahan hidup maka ia bisa menyandarkan diri kepadanya.  Jika kehidupannya sedang lapang ia merasa tenang."&lt;br /&gt;Adapun Abu Dzar, sebagai seorang zuhud, ia mempunyai banyak unta dan domba.  Jika ada di antara keluarganya menginginkan daging atau sedang ditimpa kesulitan hidup, ia perah susunya dan ia potong binatang itu, kemudian dagingnya dibagi-bagikan.  Dia pun mengambil bagian sebagaimana bagian yang diberikan kepada orang - orang, tidak lebih banyak dari bagian mereka.&lt;br /&gt;Siapakah yang berani mengaku lebih zuhud dari mereka, padahal Rasulullah sendiri telah mengatakan sedemikian rupa mengenai mereka?&lt;br /&gt;Ketahuilah saudara - saudara, sesungguhnya saya pernah mendengar ayah saya meriwayatkan dari kakek - kakekku ra., bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Tidakkah aku heran terhadap sesuatu melebihi keherananku terhadap seorang mukmin.  Jika terpotong - potong kulitnya di dunia dengan gunting, hal itu merupakan kebaikan baginya.  Dan jika ia memiliki seluruh Timur dan Barat, hal itu merupakan kebaikan baginya.  Apapun yang diperbuat oleh Allah terhadapnya merupakan kebaikan baginya."&lt;br /&gt;Jadi kebahagiaan dan kebaikan seorang mukmin bukanlah terletak pada kekayaan ataupun kepapaannya melainkan tergantung pada iman dan akidahnya.  Karena ia tahu, bahwa kewajiban itu musti dilakukan, baik dalam keadaan kaya ataupun miskin.  Sungguh aneh, manakala ada seorang mukmin menyengsarakan dirinya, dengan keyakinan bahwa kesengsaraan itu merupakan kebahagiaan dan kebaikan." Selanjutnya Imam berkat: "Bolehkah aku tambah lagi perkataanku? Tidakkah kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah Swt dahulu mewajibkan atas orang - orang mukmin agar satu orang di antara mereka harus melawan sepuluh orang musyrik tanpa boleh berpaling pada mereka.  Barangsiapa berpaling maka kelak akan ditimpa siksa neraka.  Kemudian Allah mengubah ketentuan tersebut.  Akhirnya seorang mukmin diharuskan melawan dua orang musyrik saja.  Hal ini merupakan rahmat dan keringanan buat mereka.  Jadi "dua orang" itu merupakan nasikh bagi "sepuluh orang".&lt;br /&gt;Ketahuilah pula, bahwa seorang hakim akan menjadi seorang yang paling zalim bila ia mengharuskan seseorang memberi nafkah kepada istrinya, padahal orang itu mengatakan,"Saya ini seorang zahid, yang tak punya apa - apa".  Kalau kalian katakan hakim itu kejam, berarti kalian menganiaya sesama orang Islam dan mengada - ada.  Tapi kalau kalian katakan hakim itu adil maka kalian memusuhi diri sendiri.&lt;br /&gt;Perlu kalian ketahui pula, bahwa jika semua manusia seperti kalian dalam berzuhud, tak perduli sama sekali dengan harta dunia.  Maka kepada siapa sedekah akan diberikan jika seseorang mau membayar kifarat sumpah atau kifarat nazar?  Kepada siapa zakat unta, kambing, dan lain - lain akan diserahkan?  Kepada siapa pula zakat emas, perak, buah - buahan dan segala harta zakat akan dibayarkan?&lt;br /&gt;Seandainya Islam menjadikan dunia ini sebagai tempat kepapaan dan penderitaan hidup, atau sebagai tempat berpaling dari segala bentuk kesenangan, atau sebagai penjara kemiskinan, dimana manusia harus menderita di dalamnya, tentulah orang - orang fakir miskin itu telah sampai kepada apa yang dicita - citakan Islam.  Lalu buat apa kita diwajibkan memberi zakat kepada mereka?  Tentunya tidak perlu mengusik lagi kebahagiaan yang sedang mereka nikmati, yaitu kefakiran, dan tak perlu lagi mereka menerima pemberian.&lt;br /&gt;Jika dunia yang dikehendaki adalah seperti apa yang kalian katakan mestinya tak boleh ada seseorang yang menyimpan harta benda.  Apa yang dimiliki seseorang harus dicampakkan, walaupun ia sendiri sedang dihimpit kesulitan hidup.  Jelek nian dunia yang kalian dambakan, dan kalian talah membawa ummat ini kembali kepada situasi kebutaan terhadap Kitab Allah dan Sunnah Rasul.  Kalian telah menolak hadis - hadis yang tidak sesuai dengan jalan hidup yang kalian tempuh.  Inilah suatu ketololan yang lain pula.  Kalian tidak memikirkan ayat - ayat Al-Quran dan merenungi kehebatan - kehebatan di dalamnya.  Kalian tidak pula memperhatikan ada Nasikh Mansukh di dalam Al-Quran sebagaimana kalian tidak membedakan antara ayat - ayat yang muhkamat dan mutasyabihat.  Juga kalian mencampuradukkan antara perintah dan larangan.&lt;br /&gt;Ingatlah kisah Nabi Sulaiman bin Daud ketika memohon ke hadirat Allah agar dikaruniai kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahnya, kemudian Allah mengabulkannya.  Kita tahu bahwa Nabi Sulaiman adalah penyeru dan sekaligus sebagai pelaksana kebenaran.  Ternyata Allah tidak mencela perbuatannya.  Sampai sekarang pun, tak ada seorang mukmin yang menyalahkan sikapnya.&lt;br /&gt;Kenanglah riwayat Nabi Yusuf.  Pernah beliau berkata kepada Raja Mesir: "Jadikan Aku bendaharawan negara, sesungguhnya Aku orang pandai menjaga lagi berpengetahuan".  Ketika beliau memegang jabatan itu, datanglah masa paceklik, sehingga penduduk negara - negara tetangga datang berbondong - bondong ke kerajaannya untuk mendapatkan makanan daripadanya.  Beliau adalah penyeru dan pelaksana kebenaran, dan nyatanya tak ada seorang pun yang mengkritik tindakannya.&lt;br /&gt;Perhatikan pula bahwa Al-Quran memuat kisah Dzulqarnain, seorang hamba yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya.  Allah telah menjadikannya sebagai penguasa kerajaan yang sangat luas.  Dia adalah penyeru dan pelaksana kebenaran, dan tidak kita jumpai seseorang yang mencelanya.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, hendaklah kalian berperangai dengan perangai Allah.  Penuhilah perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya.  Apa - apa yang masih samar - samar bagimu tinggalkanlah selagi kamu tak punya pengetahuan mengenainya.  Kembalikanlah ilmu kepada ahlinya, niscaya kalian akan diberi pahala dan diampuni oleh Allah.  Pelajarilah ilmu tentang nasikh-mansukh dalam Al-Quran dan ayat - ayat muhkamat serta mutasyabihat.  Apa yang dihalalkan Allah, sesungguhnya akan menjadikan kamu dekat dengan Allah dan menjauhkan kamu dari kebodohan.  Biarkanlah kebodohan itu kembali kepada pemiliknya, sesungguhnya orang - orang bodoh itu banyak, sedangkan orang - orang berilmu itu sedikit, Allah telah berfirman: Dan di tiap - tiap orang yang berilmu itu, ada lagi Yang Maha Mengetahui.(QS.Yusuf :76)&lt;br /&gt;(Cerita Bijak Orang Shaleh, Murtadha Muththahari)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108841439174840189?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108841439174840189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108841439174840189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108841439174840189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108841439174840189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/06/imam-ash-shadiq-dan-rombongan-ulama.html' title='Imam Ash-Shadiq dan Rombongan Ulama'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108841335370428217</id><published>2004-06-28T01:58:00.000-07:00</published><updated>2004-06-28T02:02:33.706-07:00</updated><title type='text'>Penghormatan Dari Awam</title><content type='html'>Dalam suatu riwayat yang panjang, Imam Ja'far ash-Shadiq berkata: "Barang siapa mengikuti hawa nafsunya dan mengagumi pendapatnya sendiri, maka seperti seorang lelaki yang terkenal di kalangan orang awam, sebagai orang yang baik dan suka berbuat kebajikan kepada orang lain.  Orang - orang menghormatinya dan mengagungkannya.  Namanya disebut - sebut oleh lidah siapa saja.  Pujian dan sanjungan ditujukan kepadanya dari segala penjuru.  Kemasyhurannya sebagai orang yang bertakwa dan shaleh makin mencuat, sehingga hati dan mulut siapapun rasanya telah membengkak.&lt;br /&gt;Adapun pembicaraan orang tentang kemuliaan dan kedermawanannya ada di setiap perkumpulan orang dan setiap majlis.  Oleh karena itu, ingin rasanya aku menyaksikan sendiri kelakuannya secara sembunyi - sembunyi, agar dia tidak mengetahui aku.&lt;br /&gt;Pada suatu hari saya lihat dia dikerumuni oleh orang banyak.  Secara sembunyi - sembunyi, saya mendekatinya.  Memang, ternyata orang - orang tertarik kepadanya, sementara dia senantiasa beramah - tamah dengan mereka, sehingga ia pun meninggalkan mereka.  Lalu saya ikuti dia dengan cara yang tidak dia sadari, sehingga aku dapat mengetahui jalan manakah yang dia tempuh, dan tempat manakah yang dia tuju, dan apa pula yang dia lakukan, serta perbuatan - perbuatan baik apa saja yang ia kerjakan.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, ia pun berhenti di depan toko roti.  Hanya beberapa detik saja, dia telah menggunakan kesempatan, di kala pemilik toko itu sibuk.  Dia mengambil dua potong roti, lalu meneruskan perjalanannya.  Saya heran, lalu berkata dalam hati: "Barangkali dia telah membeli roti itu sebelumnya dan telah membayar harganya, akau dia akan membayar harganya nanti!"  Kemudian kata saya pula dalam hati: "Kalau dia telah membeli roti itu, kenapakah dia menggunakan kesempatan di kala pemilik toko itu sibuk?"&lt;br /&gt;Lemudian aku pun tetap mengikuti dia, sementara aku tetap berpikir - pikir, sehingga orang itu pun lewat pada penjual delima, lalu berhenti di sana sebentar.  Dia perhatikan terus penjual delima itu hingga lalai, lalu ia pun mengambil dua buah delima lalu meneruskan perjalanannya.  Saya terheran - heran dibuatnya, dan berkata dalam hatiku: "Barangkali kedua delima itu juga telah dia beli."  Namun, saya bertanya - tanya: "Akan tetapi, kenapakah ia mengambil dua delima itu di kala penjualnya lalai?"&lt;br /&gt;Selanjutnya aku tetap mengikuti dia, sehingga ia pun lewat pada orang sakit.  Di sini, keheranan saya mencapai puncaknya.  Yaitu di kala saya lihat dia meletakkan kedua potong roti dan kedua buah delima itu di hadapan si sakit.  Pada waktu itulah saya mendekatinya, lalu berkata kepadanya:" Saya lihat Anda melakukan perbuatan yang mengherankan."&lt;br /&gt;Lalu saya terangkan kepadanya semua yang talah saya saksikan tadi.  Sesudah itu saya minta kepadanya agar menerangkan kepadaku apa arti semua itu.  Dia pun memandang kepadaku, lalu berkata: "Bukankah Anda ini Ja'far bin Muhammad?"&lt;br /&gt;"Benar.  Dugaan anda benar.  Akulah Ja'far bin Muhammad."&lt;br /&gt;Laki - laki itu berkata: "Engkau adalah putra Rasulullah.  Engkau mempunyai kedudukan dan nasab yang mulia.  Akan tetapi, kemudian asal - usulmu itu tidak berguna bagimu, selagi kamu bodoh."&lt;br /&gt;Saya bertanya:"Kebodohan apakah yang Anda lihat padaku?"&lt;br /&gt;Dia berkata: "Apakah Anda tidak mengerti firman Allah Azza Wajalla:&lt;br /&gt;"Barang siapa membawa amal baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya.  Dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat, maka dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan kejahatannya itu." (QS: Al An'am : 160)&lt;br /&gt;Oleh karena saya mencuri dua potong roti, maka berarti saya telah melakukan dua kesalahan.  Oleh karena saya mencuri pula dua buah delima, saya membuat dua kesalahan lagi.  Namun, oleh karena semua itu telah saya sedekahkan, maka saya memperoleh empat puluh kebaikan.  Keempat puluh kebaikan itu dikurangi empat kesalahan, maka tinggallah untukku tiga puluh enam kebaikan."&lt;br /&gt;"Mampuslah Kau," tukasku kepadanya. "Kaulah yang tidak tahu kitab Allah.  Tidakkah kamu mendengan firman Allah Ta'ala :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang - orang yang bertakwa." (QS Al Ma'idah:27)&lt;br /&gt;Sesungguhnya, oleh karena kamu telah mencuri dua potong roti, maka kamu memperoleh kesalahan, dan oleh karena kamu mencuri dua buah delima, maka ditambah dua kesalahan lagi.  Oleh karena kamu telah memberikan semua itu kepada selain pemiliknya, dan tanpa perintah dari pemiliknya, maka berarti kamu berbuat empat kesalahan.  Jadi, bukan berarti kamu berbuat empat puluh kebajikan, dikurangi empat kesalahan."&lt;br /&gt;Al-Imam melanjutkan ceritanya: "Orang itu saya biarkan dalam keadaan seperti itu.  Dia memandangi aku dengan matanya, lalu aku pun pergi."&lt;br /&gt;Setelah Al-Imam selesai menyampaikan kisah ini kepada sahabat - sahabatnya, maka beliau berpaling kepada mereka, seraya berkata: "Dengan takwil buruk dan menjijikkan seperti inilah, mereka sesat dan menyesatkan orang lain."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Cerita Bijak Orang - Orang Saleh, Murtadha Muthahari, Penerbit Srigunting.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108841335370428217?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108841335370428217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108841335370428217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108841335370428217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108841335370428217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/06/penghormatan-dari-awam.html' title='Penghormatan Dari Awam'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108839299498724743</id><published>2004-06-27T20:19:00.000-07:00</published><updated>2004-06-27T20:23:14.986-07:00</updated><title type='text'>Thawus Yamani dan Hisyam</title><content type='html'>Pada masa pemerintahannya, Hisyam datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah tiba di Makkah dia memerintahkan pembantu – pembantunya memanggil salah seorang sahabat. Namun diberitahukan kepadanya bahwa para sahabat telah tiada, tak seorangpun yang masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Hisyam meminta dipanggilkan seorang tabi'in saja. Maka dipanggillah Thawus Yamani. Ketika Thawus hendak menghadap kepadanya, dia terlebih dahulu melepas kedua sandalnya di tepi permadani, tidak mengucapkan salam atas kepemimpinannya dan hanya sekadar mengucapkan : “Assalamu 'alaika”, lalu dia duduk di samping Hisyam.&lt;br /&gt;Ketika berbicara dengan Hisyam dia tidak menyebutkannya dengan panggilan Amirul Mukminin, melainkan dia berkata : “Bagaimana Engkau hai Hisyam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisyam sangat marah melihat sikap Thawus, dan bertanya: “Apa yang membuatmu demikian?”&lt;br /&gt;“Kesalahan apa yang Aku lakukan ?” tanya Thawus yang malah membuat Hisyam semakin marah. &lt;br /&gt;Hisyam menjelaskan: “Engkau melepaskan sandalmu di tepi permadaniku, tidak mengucapkan salam atas kepemimpinanku, tidak memanggilku dengan panggilan Amirul Mukminin, duduk di sampingku dan Engkau bertanya: bagaimana Engkau hai Hisyam ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawus menjawab: “Aku melepaskan sandalku di tepi permadanimu, karena aku melepaskannya lima kali setiap hari di hadapan Tuhan, tapi Dia tidak murka. Tidak mengucapkan selamat atas kepemimpinanmu, kerena tidak semua orang setuju atas kepemimpinanmu. Aku tidak memanggilmu dengan panggilan Amirul Mukminin karena Allah memanggil wali – wali-Nya dengan: 'Hai Daud, hai Yahya, hai Isa', dan itu bukanlah penghinaan atas diri para Nabi. Allah memanggil pula musuh-Nya dengan : 'Tabbat yada Abi Lahab (celakalah kedua tangan Abi Lahab )!’ Sedangkan Aku duduk di sampingmu karena Aku mendengar  Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata:'Jika Kamu ingin tahu orang yang masuk ahli neraka, lihatlah kepada orang yang enak – enak duduk padahal orang – orang di sekitarnya berdiri.'”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Hisyam berkata: “Nasihatilah Aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawus al Yamani berkata lagi: “Aku dengar dari Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib bahwa di neraka Jahanam terdapat banyak ular dan kalajengking yang sangat besar akan menyengat setiap pemimpin yang tidak adil dalam kepemimpinannya.” Selesai berkata begitu, Thawus pun keluar meninggalkan Hisyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama	:&lt;/strong&gt; Bihar al-Anwar, jilid I&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan	: &lt;/strong&gt;Orang – Orang Bijak, Murtadha Muthahhari, Pustaka Hidayah&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108839299498724743?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108839299498724743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108839299498724743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108839299498724743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108839299498724743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/06/thawus-yamani-dan-hisyam.html' title='Thawus Yamani dan Hisyam'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108839275711477879</id><published>2004-06-27T20:16:00.000-07:00</published><updated>2004-06-27T20:19:17.113-07:00</updated><title type='text'>Melihat Allah SWT</title><content type='html'>Dzi'lab (seorang yang fasih lidahnya, pandai berpidato dan pemberani) berkata kepada kaum muslimin bahwa dirinya berniat untuk mempermalukan Sayidina Ali kw. Dia berkata, “Putra Abu Thalib telah menaiki mimbar. Aku akan permalukan dia hari ini di hadapan kalian dengan pertanyaanku ini.” Dia lalu bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, Apakah Anda melihat Allah?”&lt;br /&gt;	Sayidina Ali kw berkata, “Celaka Kamu wahai Dzi'lab. Akankah kusembah yang tak kulihat?”&lt;br /&gt;	Dzi'lab bertanya lagi, “Bagaimana Anda melihat-Nya?”&lt;br /&gt;	Sayidina Ali menjawab, &lt;em&gt;“Mata tidak mungkin memandang-Nya berhadap – hadapan (melihat-Nya) tetapi hati dapat melihat-Nya dengan hakikat keimanan.&lt;br /&gt;	Wahai Dzi'lab, sesungguhnya Allah tidak disifati dengan jauh, gerakan, diam, berdiri tegak, datang dan pergi. Dia berada dalam segala sesuatu tetapi tidak bercampur. Dia ada di luar segala sesuatu tetapi tidak berpisah (berjauhan). Dia di atas segala sesuatu dan tidak sesuatupun diatas-Nya. Dia di depan segala sesuatu, tetapi tidak dikatakan bahwa dia (berada) di depan.  Ia pembicara tanpa berpikir. Ia berniat tanpa persiapan. Ia membentuk tanpa anggota badan. Ia lembut tapi tidak tersembunyi. Besar namun tidak teraih. Melihat tapi tidak bersifat inderawi. Maha Penyayang namun tidak bersifat lunak.&lt;br /&gt;	Wajah – wajah merunduk di hadapan keagungan-Nya. Jiwa – jiwa bergetar karena takut kepada-Nya.”&lt;br /&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Utama 	: &lt;/strong&gt;Nahjul Balaghah&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Rujukan 	: &lt;/strong&gt;Mengungkap Untaian Kecerdasan Sayidina Ali, Al Jawad.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108839275711477879?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108839275711477879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108839275711477879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108839275711477879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108839275711477879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/06/melihat-allah-swt.html' title='Melihat Allah SWT'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416291.post-108813314980091251</id><published>2004-06-24T20:04:00.000-07:00</published><updated>2004-06-24T20:12:29.820-07:00</updated><title type='text'>Pengantar</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;Perkenalkan, nama saya Rafid. Saya tinggal di Bandung Jawa Barat Indonesia. Lewat Blogger saya hendak mempost doa - doa, khutbah - khutbah maupun riwayat - riwayat dari Rasulullah Saw dan para Waliullah terdahulu, dengan harapan dapat memberikan informasi tambahan bagi pembacanya. Adapun sumbernya akan saya sertakan, agar pembaca yang berminat menelitinya lebih jauh dapat mengecek dan mendalaminya lebih lanjut. Mudah - mudahan bermanfaat bagi semuanya.&lt;br /&gt;Terima kasih banyak atas perhatian Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416291-108813314980091251?l=alurkefasihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/feeds/108813314980091251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7416291&amp;postID=108813314980091251' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108813314980091251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416291/posts/default/108813314980091251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alurkefasihan.blogspot.com/2004/06/pengantar.html' title='Pengantar'/><author><name>Rafid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13142070085196979755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_oDZpHx3aoFk/SEkYpE6HOyI/AAAAAAAAAFU/VT498ZgAY_Y/S220/siapmenarik.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
