AlurKefasihan

Thursday, September 23, 2004

Etika Pemerintahan (4) (Memilih Menteri dan Pembantu Pribadi)

(Memilih Menteri dan Pembantu Pribadi)

Seburuk-buruk menterimu adalah mereka yang tadinya juga menjadi menteri orang-orang jahat yang telah berkuasa sebelummu, yang bersekutu dengan mereka dalam dosa dan pelanggaran. Maka jangan kaujadikan mereka itu sebagai kelompok pendampingmu, sebab mereka adalah pembantu-pembantu kaum durhaka dan saudara-saudara kaum yang aniaya.

Dan pasti akan kaudapati orang-orang lain di antara rakyatmu yang memiliki kecerdasan dan kecekatan seperti mereka, tapi tidak terlibat dalam kesalahan dan kecurangannya. Yaitu orang-orang yang tidak pernah membantu seorang zalim dalam kezalimannya, ataupun seorang durhaka dalam kedurhakaannya. Mereka itulah yang lebih ringan bebannya darimu, lebih banyak bantuannya, lebih besar ketulusannya dan lebih sulit dijinakkan oleh orang-orang selainmu.

Jadikanlah mereka itu sebagai kawan-kawanmu terdekat dalam kesepian dan keramaianmu. Pilihlah di antara mereka itu untuk kaujadikan sebagai sahabatmu yang paling erat hubungannya denganmu. Mereka itulah yang paling berani mengatakan kebenaran yang paling pahit sekalipun bagimu, dan yang paling sedikit bantuannya bagimu dalam hal-hal yang tidak disukai Allah bagi wali-wali-Nya, meskipun sikap mereka yang seperti itu mungkin tidak sejalan dengan keinginan hatimu.

Lekatkanlah dirimu dengan orang yang berhati-hati dan pandai menahan diri disebabkan kepatuhan dan ketulusannya kepada segala ketentuan Allah SWT. Biasakanlah mereka agar tidak memuji dan membuatmu bangga akan apa yang sebenarnya tidak kaulakukan, karena puji-pujian yang banyak mengundang kecongkakan dan mendatangkan rasa keperkasaan.

Janganlah menyamakan kedudukan orang yang baik dengan yang jahat di sisimu. Sikap seperti itu akan melemahkan semangat orang yang baik untuk berbuat kebaikan dan akan mendorong orang jahat untuk meneruskan kejahatannya. Tetapkanlah bagi masing-masing orang apa yang mereka tetapkan bagi dirinya sendiri.

Ketahuilah bahwa tidak ada sesuatu yang dapat menimbulkan persangkaanbaik seorang penguasa terhadap rakyatnya lebih dari pada perlakuan baiknya bagi mereka, peringan beban kewajiban mereka dan pembebasan mereka dari pemaksaan sesuatu yang bukan merupakan haknya atas mereka.

Hendaknya kauperhatikan hal itu baik-baik, sehingga engkau dapat cukup berbaik sangka terhadap rakyatmu. Sebabyang demikian itu akan menghindarkan dirimu dari beban yang memberatkan. Dan sesungguhnya yang paling patut menerima persangkaan baikmu itu ialah orang yang telah kautanamkan keadilan dan kebaikan lakumu padanya. Dan yang paling patut kau berburuk sangka terhadapnya ialah orang yang telah kautujukan buruk lakumu kepadanya.

Jangan menghapus suatu kebiasaan baik yang telah dilakukan oleh para pendahulu umat ini yang dengannya kerukunan telah terjalin dan kebaikan telah merata di kalangan rakyat. Dan jangan membuat suatu kebiasaan baru yang merusak sesuatu dari kebiasaan-kebiasaan lama yang baik itu, sehingga menyebabkan pahalanya diperoleh oleh mereka yang membuatnya dan dosanya dibebankan atas dirimu karena engkaulah yang telah merusaknya.

Sering-seringlah berdiskusi dengan para ahli ilmu dan berbincang-bincang dengan orang -orang bijak dan piawai, dalam segala hal yang mendatangkan kejayaan negerimu dan menegakkan apa yang telah menyejahterakan rakyat sebelum kedatanganmu.



 
Listed on Blogwise Site Meter